Welcome to Blogster!
683,672 Blogster Users  |  364,642 Posts
 
 
 

wongpinter

 

Blog Traffic: 95651

Posts: 29

My Comments: 160

User Comments: 1226

Photos: 9

Friends: 0

Following: 0

Followers: 0

Points: 647

Last Online: 666 days ago


 
 

Visitors

No Recent Visitors
 

Harus Berbentuk Negara?

Added: Tuesday, April 6th 2010 at 8:12pm by wongpinter
 
 
 

Kali ini saya mau menulis tentang, apakah keamiran itu harus dalam skala negara? Karena, permasalahan ini penting. Hizb Albaniyah selalu berargumen bahwa keamiran yang sah  dimaksud adalah "negara".

Saya sendiri secara pribadi tidak melihat adanya keharusan jamaah itu mesti dalam skala negara. Bagi saya kalau punya jamaah/keamiran dalam skala negara atau dunia itu tentu bagus, tapi tetaplah bukanlah suatu keharusan. Apakah dasar pijakan saya?

1. Tidak ada satupun ayat Al-Quran ataupun Hadits nabi yang menyatakan bahwa syarat keimaman itu harus punya wilayah teritori. Atau, ditemukan nash yang menyatakan bahwa keimaman tanpa kedaulatan wilayah teritori tidak sah. Jikalau hal ini yang membedakan antara jamaah yang sah dan tidak, tentulah sudah diturunkan ayat tentang teritori dan dibahas di hadits secara eksplisit/jelas. Memang ada di hadits lain keamiran itu laksana perisai, pelindung, pengaman jalan2. Tetapi itu hanya sebuah keniscayaan. Misalkan: ayat "sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar" adalah keniscayaan bahwa dengan sholat secara benar maka akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Tetapi kalaupun ada orang yang masih berbuat kemunkaran (entah sedikit atau banyak) BUKAN BERARTI sholatnya selama ini tidak sah/batal. Contoh lain: hadits nabi "... sesungguhnya dengan menikah itu akan menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan/kemaluan". Ini juga sebuah keniscayaan. Dengan menikah,diharapkanpandangan akan terjaga begitu pula dengan kehormatan. Tetapi kalaupun masih ada yang suka lirik2 cewek cantik bukan berarti selama ini pernikahannya tidak sah. Bahkan kalaupun terjadi perzinahan, setahu saya tetap pernikahannya yang dulu tidak batal. Jadi kesimpulannya adalah, walaupun keimaman itu sebagai pelindung, pengayom, dan sebagai penjaga keamanan untuk jalan2, itu adalah sebuah keniscayaan. Maksud dari keniscayaan adalah, dengan melakukan apa yg dianjurkan itulah maka akibatnya akan terjadi. Tetapi kalau akibatnya tidak/belum terjadi/terlihat bukan berarti perbuatan "melakukakannya" itu tidak sah.

2. Bahkan Ali r.a berhujah: "jamaah adalah berkumpulnya ahli haq meskipun sedikit". Ini menunjukkan bahwa sah atau tidaknya jamaah ya tidak perlu tunggu sampai segede negara RI. Yang menggelikan, hizb Albaniyah selalu menyatakan "kamilah jamaah meskipun masih sedikit". Jadi saya melihat standar ganda yang dipakai hizb ini: kalau menilai diri sendiri bolehlah memakai kaidah yang lunak, tapi kalau menilai orang lain harus dibuat sesulit dan semustahil mungkin (hizb ini menganggap dirinya sah sebagai jamaah walau masih sedikit menggunakan hujah Ali ra, tetapi kalau menilai LDII jamaahnya tidak sah karena tidak sebesar negara RI). Enak kan jadi anggota pengajian hizb Salafi bodong? Makanya ikut pengajian salafi bodong, semua dalil dan hujah sudah diracik dan diramu sedemikian rupa untuk menguntungkan pengajian bodong ini.

3. Di sebuah blog pro Hizb Albaniyah, ada sebuah pembahasan tentang Al-Ahkamu As-shultoniyah karya Imam Mawardi. Ada 10 point tentang tugas seorang amir yang dibahas. Di tulisan pada blog itu, si pemilik blog menyentil bahwa LDII hanya mau sebagian dari 10 tugas amir, yaitu menetapkan infaq persenan dan mengabaikan tugas yang lainnya. Oleh sebab itu keimaman LDII tidak sah. Sedangkan presiden RI yang menjaga perbatasan dan punya angkatan perang, adalah imam yang sesuai dengan kriteria Al Ahkamu As Shulthoniyah ini. Mau tau argumen saya? lihat point2 di bawah ini:

a. Butir2 10 tugas pokok amir dalam Al ahkamu as sulthoniyah bukanlah sebuah ayat atau hadits. Ini adalah hanya sebuah "karya ilmiah fiqh" seorang ulama (meskipun tentu saja ada ramuan hadits2/dan ayat2 alquran di dalamnya). Pendapat ulama tidak bisa dijadikan pijakan sebagaimana layaknya sebuah quran atau hadits. Apalagi jika diplintir sedemikian rupa sehingga malah kelihatan berlawanan dengan ayat/hadits yang derajat hukumnya lebih tinggi. Jadi tidak bisa diambil kesimpulan: "kalau seorang amir tidak memenuhi 10 tugas pokok yang dibahas dalam ahkamu as sulthoniyah maka keamirannya tidak syah".

b. Seorang ulama yang membukukan sebuah karya ilmiah seperti kitab al ahkamu As sulthoniyah punya keterbatasan. Pertama, beliau hanya mendeskripsikan model di mana pada zaman beliau hidup itu (sekitar 450H) umat islam masih terkonsentrasi di jazirah arab, di mana banyak sekali pecahan daerah yang dikuasai dinasti-dinasti islam. Kedua, kalaupun beliau punya visi jauh ke depan (i doubt it) tentang kondisi umat islam di berbagai belahan dunia seperti sekarang, buku itupun hanya untuk membahas tentang sebuah keamiran yang sudah dalam skala negara seperti model kerajaan saudi. Tetapi lagi-lagi tidak bisa dijadikan pegangan tentang sah atau tidak nya keimaman LDII.

c. Kalaupun kita umpamakan (BIG IF) al ahkamu as sulthoniyah tetap dijadikan acuan sebagai sah atau tidaknya sebuah model keimaman, maka konsekwensinya negara Indonesia JUGA BUKAN jenis keamiran yang sah. Coba saja kita lihat, berapa point al ahkamu as sulthoniyah yang bisa dipenuhi oleh seorang presiden RI? Misalkan pada saat si megakarti atau SBY jadi presiden. Apakah dia bisa "menjaga agama sesuai dengan dasar2 yg establish dan ijma ulama. Jika muncul pembuat bid'ah, ia menjelaskan hujah kepadanya"? (tugas nomer 1)  atau "menegakkan hudud melindungi larangan2 Allah dari upaya pelanggaran kepadaNya dan melindungi hak2 hamba-hambanya dari upaya pelanggaran dan perusakan terhadapnya"? (tugas nomer 4). Alih2 mengharapkan presiden RI bisa menegakkan hudud, wong UU pornografi saja dibuat oleh DPR dan telah direduksi sedemikian rupa sehingga hanya jadi penghias lembaran negara saja. Batasannya pun bukan karena "melanggar larangan Allah" tetapi karena telah "melanggarnilai2kesusilaan dalam masyarakat". Jadi adanya anda bisa beribadah di indonesia bukan karena Presidennya menegakkan hudud, tetapi disebabkan presidennya ingin menegakkan HAM. Sama saja seperti di Amerika atau Australia, di mana semua orang islam bebas beribadah. Bukan karena si Barack Obama tahu akan hudud, akan tetapi karena kebetulan dia memang harus memberi kebebasan beribadah sebagai cerminan HAM yang diusung  konstitusi di negaranya.
Jadi lagi2 Hizb Albaniyah ini pilih2 syarat (standar ganda). Kalau untuk LDII harus memenuhi semua syarat2 di kitab ahkamu tersebut, tapi kalo negara Indonesia yang menjadi model keimaman Hizb ini, maka bolehlah diperlunak (bolehlah hanya memenuhi beberapa point saja). Enak kan? makanya ikut pengajian Hizb Salafi Indon ini. Semua dalil bisa dikompromi, bisa dipesan, bisa diracik, bisa dimaklumi kalau hanya yang menguntungkan saja yang diambil.

Yang bener2 pinter,
Wong Pinter

http://www.facebook.com/salafi

User Comments

saya salut dengan artikel anda ini......bagaimanapun kita beribadah itu harus ada yang memimpin siapa yang akan dimintai pertanggung jawaban atas agama yang kita ikuti, dan dengan pemimpin ada yang mengatur atas diri kita dan ada yang mengarahkan bukan berjalan sesuka hatinya sendiri. kalau menuruti dari salafi indon itu bahwa harus dimusyawarah kan dengan golongan islam lainnya insya Allah dan saya yakin pasti akan berebut menjadi amirnya, padahal kita ketahui beban seorang amir itu tidak lah mudah di akherat nanti diminta pertanggung jawaban nya. di golongan lain itu memilih pemimpin/ penasehat aja pakai acara pertikaian pa lagi memusyawarahkan untuk memilih amir diantara berbagai macam golongan islam

poro sedulur ada yang hangat nich....

http://www.fpqh.net/?p=24

{#arc.gif}

 

Pemirsa, ada tulisan baru lagi nih

http://www.thoughts.com/wedusgembel/blog   {#arc.gif}

setiap manusia akan dimintai pertanggung jawaban akan amal2nya, termasuk tulisan, ucapan dan penyebaran berita..

oleh sebab itu nasehatilah hizb mbak untuk tidak menyebar fitnah dan mengadu domba.

kesedarhanaan dalam berpikir dan berprilaku sebenarnya menunjukkan kepahaman diri seseorang. manusia inginnya kesempurnaan padahal tidak ada yang lebih bahkan maha sempurna kecuali Allah SWT. Apa yang ditawarkan oleh saudara-saudara dari LDII bila kita mau jujur adalah bagian dari kesederhanaan itu. Jadi kritik boleh-boleh saja namun jangan bertindak sebagai tuhan, lanjutkan !!! mengkibarkan bendera Al-Jamaah sesuai dengan Al-qur'an dan Al-Hadits.

 

Apabila kita melihat republik islam Iran, dapat kita lihat dengan dua cara pandang :

-         iran merupakan negara dengan sistem teokrasi murni, dimana ayatulloh khomaeni sebagai pimpinan tertinggi. Walaupun secara yuridis khomaeni hanyalah pimpinan spiritual informal, tetapi pada kenyataannya presiden tunduk mutlak dan dipilih oleh dukungan rakyat yang diprintah oleh imam komaeni.

-         iran adalah negara sekuler, dimana sistem kenegaraan dipegang oleh presiden dan sistem agama dipegang oleh imam khomaeni.

 

Negara Libanon dengan ibu kota beirut adalah negara makmur dengan julukan swiss nya timur tengah. Adalah negara dengan penduduk mayoritas islam dengan sistem pemerintahan sekuler.

Dimana ada sistem pengaturan pembagian kekuasaan agama pada pejabat-pejabat tinggi negara. Misal: presiden harus islam, perdana menteri harus kristen, gubernur harus yahudi dan sebagainya. Masing-masing agama ada perwakilan pada pejabat tingginya dan ini sudah ketentuan undang-undang negara.

 

Sistem teokrasi dan sekuler juga pernah diterapkan oleh negara-negara nasrani, misalnya romawi di era abad pertengahan. pada awalnya menerapkan teokrasi dimana petinggi gereja adalah otomatis sebagai petinggi negara. Setelah terjadi revolusi baru dipisahkan antara kekuasaan gereja dan kekuasaan negara.

 

Bagaimanakah islam seharusnya, apakah harus menerapkan teokrasi atau sekuler??

 

Sebenarnya tidak ada acuan mutlak yang diharuskan apa yang diterapkan dalam islam dalam mengatur kehidupan kemasyarakatan. Yang pasti Allah menciptakan manusia untuk beribadah. “ tidak ada kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah”. “tidak kuprintah kecuali untuk beribadah dengan memurnikan agama”.

Allah menurunkan nabi-nabi yang pada masanya ada berbagai sistem pengaturan masyarakat.

Misal :

-         nabi adam, belum ada negara

-         nabi Nuh, hud , saleh masyarakat ada dalam bentuk kuryah (desa), dan ada tokoh masyarakat yang menentangnya

-         nabi ibrahim sudah ada beberapa kerajaan, walaupun pada masa yang sama ada nabi luth, dan masa tak terlalu jauh ada nabi ismail, iskak. Kepemimpinan para nabi tersebut hanya mengajak ibadah.

-         Nabi zakaria sebagai tukang kayu, dzulkifli dll tidak memiliki kepemimpinan secara formal.

-         Nabi Yusuf  ada kerajaan. nabi yusuf hanya sebagai menteri pangan. Walaupun seorang nabi ia adalah bawahan raja.

-         Nabi musa, ada firaun. Pada saat yang sama ada nabi harun, ada suaib bahkan ada nabi qidir (sang pangeran pengembara). Asyiah, masithoh, dan pejabat kerajaan yang iman pada musa menyembunyikan keyakinannya.

-         Nabi isa, ada kaisar romawi.

-         Nabi yang memimpin umat untuk ibadah dan urusan dunia sekaligus hanya nabi Daud dan nabi sulaiman.

 

Bagaimana dengan zaman nabi muhammad??

 

Disini ada berbagai pihak dengan berbagai pandangan.

-         kepemimpinan nabi muhamad adalah sekuler (khusus akherat/dakwah)

-         Kepemimpinan nabi muhammad adalah teokratis (dakwah dan politik)

 

Pandangan pertama.

-         nabi muhammad membawa risalah yang membenarkan tentang ajaran taurot dan injil. Tidak mempedulikan/tidak memansuh sistem ketatanegaraan yang dijalani nabi musa yang tidak membai’at firaun atau nabi isa yang tidak membai’at kaisar roma. Nabi memerintahkan hambanya untuk ibadah. Bahkan awalnya nabi muhammad diperintahkan sholat 50 kali sehari semalam. Selain itu nabi juga mewajibkan sholat malam untuk dirinya. Banyak Ayat-ayat dan sabda nabi yang mementingkan  urusan akherat daripada urusan dunia. Misalnya :

     a. Apabila engkau menghendaki akherat maka carinah ilmu, apabila

         menghendaki dunia maka carilah ilmu

b. carilah dunia seakan engkau akan hidup selamanya (masih ada waktu hari esok) dan carilah akherat seakan engkau akan mati besok (tidak ada waktu)

  c. Sebaik-baiknya kamu sekalian adalah orang yang tidak meninggalkan urusan dunia karena akherat dan tidak meninggalkan urusan akherat karena dunia.

d.barang siapa beramal dengan niat mencari dunia atau menikahi wanita maka yang didapat hanyalah apa-apa yang di niatkan.

dll

Pada awal nabi hijrah ke madinah kepemimpinan masyarakat madinah dipegang oleh abdullah bin ubay bin kaab bin sahl. Nabi muhammad memegang kepemimpinan urusan ibadah.

Nabi juga hidup berdampingan secara damai dengan suku-suku yahudi di madinah. Nabi jualan di pasar selayaknya warga sipil biasa. Tidak sebagai koordinator pasar, tidak duduk di istana negara dan tidak mencetak uang sendiri.

Dalam hadist Rowahu ibnu majah bahkan dikisahkan nabi pernah hutang ke orang yahudi untuk membeli gandum dengan menggadaikan baju besi menjelang akhir hayatnya. Walaupun hadist ini dhoif tetapi ini  mengisahkan situasi hubungan antar manusia dimasa zaman nabi dan sahabat .

 

Pandangan kedua: kepemimpinan nabi muhammad adalah teokratik.

Ini menurut pandangan modern yang menganggap layak bagi kota madinah atau kota mekah sebagai negara kota.

 

Bagaimana dengan negara indonesia???

Awalnya para pejuang islam indonesia berkehendak untuk mewujudkan indonesia adalah negara islam, teokratik. Ini tertuang dalam piagam jakarta. Tapi banyak pertentangan dan akhirnya dihapuslah kalimat “menjalankan syariat” pada piagam jakarta. Dan sebagai gantinya pada UUD 45 pasal 29, Negara menjamin kebebasan penduduk untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Negara tidak berdasarkan salah satu agama. Masalah agama dipisahkan dengan masalah urusan dunia dengan membuat departemen sendiri yaitu departemen agama, membuat Kantor Urusan Agama, dan pengadilan Agama.

 

Bagaimana dengan golongan yang ingin menerapkan sistem kepemimpinan seperti jaman nabi??

 

Karena sistem kepemimpinan berbasis syariat islam murni secara teokratik tidak mendapatkan tempat di indonesia, maka aspirasi tersebut tidak tersalurkan secara formal. Ada yang berupa gerakan islam radikal, ada yang sekedar wacana dalam majelis dakwah dan ada juga yang melaksanakan kepemimpinan secara syirri. Selama tidak mengganggu stabilitas negara, tidak melakukan pemberontakan oleh pemerintah masih dijamin kebebasanya, sebagaimana kebebasan berserikat dan berkumpul.

 

Bagaimana kepemimpinan secara syirri??

Arti syirri adalah tidak terang-terangan,. Sebagai contoh adalah Nikah syirri. Nikah syirri adalah nikah yang dilakukan sesuai aturan agama tetapi tidak dicatatkan ke pemerintah. Nikah yang tidak tercatat ini banyak terjadi di kampung-kampung pelosok yang tidak mampu membiayai administrasi, pada masa-masa dulu sebelum indonesia merdeka, dan masa sekarang yang masih menerapkan hukum adat misalnya dayak pedalaman.

 

Golongan yang pernah menerapkan kepemimpinan/ keamiran syirri ini contohnya adalah :

1. golongan mameluk. Mereka adalah golongan budak yang pada masa dinasti khilafah fatimiah mesir. Khilafah fatimiah berhaluan syiah, sedangkan golongan mameluk ini merupakan kelompok dakwah yang bertujuan menegakkan syariah secara sunni. Imam dibai’at secara syirri. Setelah khilafah fatimiah runtuh, golongan mameluk ini menjadi khilafah mameluk.

 

2. Masa-masa dinasti umayah ada masa keamiran dijalankan secara syirri. Bahkan dimasa sangat awal ketika abdurrohman melarikan diri dari bagdad ke cordoba dan mendirikan keamiran disana. (abad 5 H)

 

3. masa-masa mohammad bin abdul wahab sebelum mampu menguasai hijaz. Hijaz masih masuk dalam kekuasaan otoman. (1800-1900 an).

 

4. imam ahmad bin hambal, pada saat khilafah abasiyah di taklukkan bangsa tartar. Dia tidak membai’at hulagu khan sang penguasa, walaupun akhirnya hulagu masuk islam. (th.1280 an)

 

5. Imam malik, menentang kholifah pada masanya yang mempunyai faham mu’tazilah. Kholifah memaksa seluruh rakyat membai’atnya. Tapi imam malik membela rakyat yang tidak mau membai’at kholifah. Akhirnya imam malik diseret dengan kuda, disiksa dan dimasukkan penjara.

 

6. peto syarif yang berhaluan wahabi dibai’t sebagai imam di daerah bonjol dan terkenal sebagai imam bonjol , padahal saat itu daerah Bonjol masuk dalam kekuasaan hindia belanda. Masyarakat bonjol tidak membai’at ratu belanda sebagai imam. (th.1820 an)

 

7. Imam Abu a’la almaududi ikut berjuang mendirikan pakistan merdeka dengan syariat islam. Ternyata setelah pakistan merdeka syariat islam tidak dijalankan. Ia mendirikan keamiran dan uzlah mengisolasi diri di daerah terpencil di Lahore (suatu daerah masih masuk Negara india) dengan jamaahnya yang hanya berjumlah 625 orang. (th.1940 an)

 

8. sunan giri dan murid-muridnya yang uzlah karena pemerintah majapahit adalah pemerintahan hindu. ia uzlah ke hutan membentuk masyarakat dan berdakwah hingga terbentuk kerajaan giri kedaton. (th.1500 an).

 

9. Pangeran diponegoro, yang bergerilya di wilayah yogjakarta memimpin jamaahnya memberontak pada Belanda. Jogja masuk wilayah kekuasaan belanda. Pangeran diponegoro sebagai amir ( kalo pedoman dan niatnya benar )bergelar “ Sultan Abdul Hamid kholifatulloh syayidin panoto agomo tanah jowo” (th.1825)

 

---------------------------------------------------------

NETRAL

sekedar renungan, dari : sosrokartono

 

 

apa yang dimaksud Amir oleh kalangan ulama salaf seperti yang dimaksud dibawah ini adalah Al Imamu Uzhma, yang mempunyai kekuasaan, wilayah dan sanggup menjalankan syariat Islam

Dalam perjalanan generasi salafusholih, pernah terjadi beberapa peristiwa dimana kaum muslimin berbaiat kepada selain Imamah Uzhma, antara lain sbb :

1. Sebagian kaum muslimin mem-bai’ah Mu’awiyah – semoga ALLAH meridhoinya – saat Ali bin Abi Thalib – semoga ALLAH meridhoinya – masih menjabat sebagai khalifah yang sah [Usud Al-Ghabah, Ibnul Atsir, I/113], dan hal ini tidak diingkari oleh Nabi – semoga shalawat & salam selalu tercurah pada beliau – [HR Muslim, VII/168].

2. Bahkan sebagian Ulama yang tajam bashirahnya, menyatakan bahwa terdapat hikmah besar dari peristiwa peperangan di masa Ali – semoga ALLAH meridhoinya – karena dengan keluhuran & keluasan ilmunya sebagai sahabat generasi pertama kita dapat meletakkan dasar-dasar & kaidah-kaidah syariat yang amat berharga tentang jika terjadi perselisihan antara 2 kelompok kaum muslimin serta hukum-hukum fiqh di sekitar peperangan antara sesama Ahli Kiblat [At-Tamhid fi Ar-Radd ‘alal Mulhidah, Al-Baqillani, hal. 229].

3. Sebagian kaum muslimin juga mem-bai’ah Yazid bin Mu’awiyah, sementara sebagiannya mem-bai’ah Al-Husein bin Ali – semoga ALLAH meridhoinya.

4. Kaum muslimin mem-bai’ah para tokoh selain Khalifah, seperti yang dilakukan oleh qabilah Nakha’i terhadap Al-Asytar, menjelang perang Shiffin [HR Ibnu Abi Syaibah & Al-Hakim, dari Umar bin Sa’id An-Nakha’i].

5. Sebagian kaum muslimin juga mem-bai’ah Al-Hasan bin Ali – semoga ALLAH meridhoinya – di masa pemerintahan Mu’awiyyah – semoga ALLAH meridhoinya – masih berkuasa, dan tidak diingkari oleh para shahabat yang lainnya – semoga ALLAH meridhoinya. Dan Nabi – semoga shalawat & salam selalu tercurah pada beliau – menamakan kedua kelompok tersebut keduanya muslim, sebagaimana dalam sabdanya: “Cucuku ini adalah pemimpin pemuda Ahli Syurga, semoga ALLAH mendamaikan 2 kelompok kaum muslimin yang berselisih melalui dirinya. [HR Al-Bukhari, VIII/94]”

Mas Netral, mana ada Salafi yg belajar sampe ke soal ini????. Yang ada cuman antum bid'ah, infak persenan bid'ah, imamah antum batil, dll  

Padahal sejarah islam aja mereka kaga gablek   {#flag.gif}

 

nambah wawasan tentang sejarah islam, emang bikin pinter dateng ke web ini, jazakallohu khairo mas wong & mas netral.

harusnya ini menjadi cerminan bagi umat islam, apalagi saudara-saudara yang merasa pernah belajar di "Timur Tengah, arab dll". aq juga pernah baca ulasan "ustad K yang membahas bahaya mangkul ldii, disana beliau mengatakan aq juga punya isnad tapi tidak sombong tapi ldii...". ya kenapa kalau sama-sama punya sanad kok tidak dicocok kan sehingga semakin menambah kekuatan agama islam ini. aq yakin hati itu tidak pernah bohong, hanya kadang ya "kepala batu"nya itu lo...banyak kok hal positif yang coba ditampilkan oleh saudara-saudara kita dari LDII mengenai imamah dan baiat, mereka tidak menipu kok.

saya pikir bukan salafi aja yang mengkritisi LDII, ada juga As-salam yang bernaung di PKS hanya saja tidak terang-terangan. tapi dari mereka juga kagum dengan saudara-saudaranya di LDII. ya berdiri diatas ketidak pastian apa enaknya....

coba lihat konsep imarotul sugro disini :

http://immasjid.com/cetak.php?id=378

agak menarik

mohon ijin mengutip ya:

Ibnu Taimiyah berkata: “Barang siapa bersumpah terhadap yang diperintahkan Allah dan Rasulnya untuk mentaati para pemimpin dan menasehatinya, atau perkara shalat, zakat atau puasa ramadhan atau menunaikan amanah dan keadilan dan yang lain maka tidak boleh seorangpun menfatwakan untuk menentangnya, membatalkan sumpahnya dan tidak boleh meminta fatwa dalam perkara itu, dan barang siapa yang memberi fatwa kepada mereka yang seperti itu untuk menentangnya atau membatalkan sumpahnya maka dia membuat kepada Allah kedustaan, memberikan fatwa tanpa dengan landasan Islam, bahkan jika memberi fatwa kepada salah seorang yang umum untuk melakukan yang bertentangan dengan sumpah seperti memenuhi akad jual beli, nikah atau sewa atau yang lain dari akad yang wajib dipenuhi walaupun tidak bersumpah, maka ia bersumpah maka akan lebih kokoh dan kuat. Bagaimana jika hak itu dalam ikatan janji mengangkat kepemimpinan yang merupakan ikatan janji teragung yang Allah perintahkan untuk memenuhinya”[8].

dalam benak saya apa yang berbeda dengan konsep yang dikemukakan oleh LDII, bahwasannya LDII mengajak untuk taat pada Allah SWT, taat kepada rosululloh SAW dan sunnah khalifah yang mendapat petunjuk kemudian taat kepada Amir. Kekurangan itu pasti ada namun bukan untuk jadi pembenaran pribadi ataupun kelompok/golongan kan? coba lihat pendapat kontra yang menyerang LDII saya pikir bukan pada yang intinya. yang diserang hanyalah seputar ibaratnya biji kacang "hanya kulitnya saja". inilah yang harus kita sadari bahwasannya manusia punya keterbatasan namun apasalah untuk mempunyai visi dan misi yang jelas terukur. bukaknkah perintah Allah SWT untuk beribadah dan dimurnikan. dan perintah berjamah JELAS, dan bahkan ada ancaman barangsiapa mati tanpa ikatan baiat dilehernya, matinya seseorang dalam keadaan jahiliyah.

 

Negara RI bukanlah negara Islam, monarki atau teokratis. Walaupun pada pembukaan UUD 45 disebutkan bahwa “ dengan Rohmat Allah” ini bukan berarti bahwa RI adalah negara islam.

Allah bersifat Rahman dan rahim. Rahman adalah memberi rohmat kepada semua makhluk (romatan lil alamin) walaupun iman atau kafir, islam maupun musrik semua mendapat sifat rohmannya allah. Mendapat rizki termasuk mendapatkan kemerdekaan. Walaupun negara berdasarkan demokratis, sekuler, pancasila dll tetap mendapatkan sifat rohmannya Allah.

Sedangkan sifat rohimnya allah hanya diberikan kepada orang iman kelak di surga saja.

Berdasarkan undang-undang dasar Negara RI tujuan dibentuknya Negara Republik Indonesia adalah :

melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa melaksanakan ketertiban dunia

Jadi kontrak sosial antara masyarakat dan penyelenggara negara adalah kontrak duniawi. Bukan kontrak pengaturan agama.

Kontrak sosial ini seperti sistem jual-beli, majikan dan buruh dalam sekala besar.

Rakyat membeli pelayanan kepada penyelenggara negara dengan membayar pajak, sedangkan penyelenggara negara menjual pelayanan kepada rakyat (sebagai contoh pajak listrik, PDAM, pajak jalan tol, retribusi kebersihan dan keamanan lingkungan dll).

PNS bekerja sebagai buruh untuk melayani masyarakat dan digaji oleh pemerintah sebagai majikan.

Sistem yang lebih kecil atau lebih sederhana misalnya perusahaan. Perusahaan membayar staf, karyawan dan buruh untuk melaksanakan pekerjaan. Sedangkan staf, buruh, karyawan menjual pelayanan, tenaga kepada perusahaan. Ini adalah masalah jual beli, majikan buruh oleh karena itu tidak ada kewajiban bahwa penjual dan pembeli harus islam, pemimpin perusahaan harus islam tidak boleh perempuan, itu tidak.

Secara induksi juga demikian di sekolah, di kantor-kantor  boleh-boleh saja guru, kepala sekolah, kepala Dinas itu perempuan. Demikian juga RT, RW, camat, demang,  bayan,  carik, bupati, gubernur, mentri, presiden, sekjen Asean bahkan sekjen PBB itu boleh perempuan dan boleh non muslim. Karena nabi muhammad tidak melarang jual beli dengan non muslim.

Rakyat boleh saja melakukan demo menuntut pelayanan yang lebih, lebih transparan, dan lebih accountable  karena rakyat telah membelinya dengan pajak.

Ini berbeda dengan konsep khilafah atau keamiran

Pada konsep keamiran tujuan dilaksanakan adalah untuk memperlancar ibadah. Mempermudah masuk surga dan selamat dari neraka.

Dengan adanya imam makmum sholat wajib menjadi 27 x pahalanya. Saling mengajarkan alqur’an, saling menasehati mendapat pahala. Yang ngajar/ nasehat mendapat pahala dari yang melaksanakan. Membangun sarana ibadah mendapat amal jariah dll.

Oleh karena itu dalam keamiran seseorang tidak boleh minta diangkat jadi pengurus/amir. Dan rakyat tidak boleh melakukan demo, harus sabar apabila keamiranya buruk.

Dalam keamiran seseorang dilarang keras untuk mengajukan diri sebagai perangkat/pengurus keamiran. Ini berbeda dengan Institusi negara/ perusahaan. Dalam institusi negara atau perusahaan seseorang boleh mengajukan diri sebagai perangkat/ aparat/ pegawai dengan membuat lamaran pekerjaan. Karena ini adalah masalah duniawi.

Dalam keamiran, kesejahteraan duniawi hanyalah ekses / efek samping/ uhro dari pelaksanaan ibadah. Seperti pandangan para pujangga jawa, “kalau beli Sapi pasti dapat talinya, tapi kalau beli tali jangan tanya sapinya”.  Misalnya untuk kelancaran ibadah harus diperkuat masalah ekonomi. Tujuan utama adalah ibadah. Ternyata setelah bekerja sama antar jamaah penanaman modal dan pengelolaan yang baik terus terbentuk koperasi atau perusahaan sekala internasional yang mengalahkan IMF, itu bukanlah tujuan utama.

Pada keamiran tidak ada pajak. Karena ini bukan masalah jual beli tapi masalah ibadah. Yang ada adalah infak, shodaqoh, zakat. (Khusus untuk zakat yang berhak menerima adalah sudah tertera dalam alqur’an, sedangkan infak dan shodaqoh penggunaanya terserah ijtihad keamiran). Bahkan kelak menurut beberapa riwayat, Nabi Isa sebagai imam mahdi akan diturunkan ke bumi untuk membunuh dajal, memecah salib, membunuh babi dan membebaskan pajak. Saat nabi isa diangkat ke langit, nabi isa  hanyalah seorang Nabi. Yang diutus untuk mengajak beribadah, ia tidak mempunyai kekuasaan wilayah dan bukan kaisar roma.

Saat tsa’labah bin hatib diminta zakat kambingnya ia menolak dan mengatakan, ” ini pajak atau saudaranya pajak” walaupun hadisnya dinilai lemah tapi menandakan pada jaman perowinya hidup, ada perbedaan antara zakat dan pajak. Ada zakat dan ada pula pajak.

Zaman nabi orang kafir yang hidup didaerah muslim harus membayar pajak. Ini seperti sistem sewa. Akhir zaman nanti orang yang masih iman juga terbelenggu oleh pajak (hidup dikalangan mayoritas orang kafir, hanya sedikit yang iman) hingga dibebaskan oleh Nabi Isa.

Seluruh aspek kehidupan apabila diniati ibadah (kelancaran agama) maka akan menjadi pahala, malaupun itu masalah dunia (masalah pekerjaan, jual-beli dll). Seperti halnya orang yang mau menikah, nabi sudah menjelaskan kriteria pilihan adalah : cantiknya, hartanya, silsilah keturunanya dan AGAMANYA. Tapi kalau memilih agamanya maka itu lebih baik. (niatnya ibadah)

 

--------------------

sosrokartono

anda ternyata orang SYIAH.

Ahh massa? antum melihat dari sisi mana?

Allah akan melaknat orang yang pintar dunia tapi bodoh masalah agama.

Nabi pernah menjumpai orang yahudi yang mengawinkan silang tanaman beliau berkata : kalian pintar masalah dunia....

Nabi juga pernah bersabda : masalah dunia kalian lebih tahu

Kebanyakan doa nabi : "robbana atina fi dunnya hasanah wa fil akhiroti hasanah"

Ingatlah kimiat adalah harinya agama (yaumiddin)

dalam tradisi masyarakat jawa, ucapan ulama itu sebanding atau lebih besar dari ucapan raja. " sabdo bramono rojo atau sabdo pendito ratu" maka belajarlah agama.

 

pada tahun 1970 an bpk.NH menyebarkan  selebaran ajakan untuk menetapi QHJ dan JQH. Sampai-sampai disebar dengan pesawat. Ini adalah Fase pendobrakan tanpa bithonah.  Hal ini menyebabkan Gegernya umat islam yang kala itu masih didominasi kaum tradisionalis. Kaum intlektualis dalam hal ini Muhamadiyah tergerak untuk membahas jamaah dalam muktamar ke-39 terbitan PP Muhammadiyah tertanggal  29 Muharam 1395 / 10 Februari 1975. dapat dilihat di : http://fathurkamal.staff.umy.ac.id/?p=80

----------------------------------------------------------

Di antara pendapat-pendapat tersebut, Imam Asy-Syathiby cenderung untuk menyatakan bahwa jama’ah ialah jama’ah umat Islam jika mereka berkumpul dibawah kepemimpinan seorang amir/pemimpin. Demikian pula dipertegas oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab beliau “Fathul Bary”.[12]

DR Abdul Hamid Hindawy dalam kitabnya “Kayfa Al-Amru Idza Lam Tahun Jama’ah; Dirasat Hawla al-Jama’ah wa al-Jama’at” mengidentifikasi makna jama’ah menjadi dua; dimensi teoritis yakni komitmen dan berpegang teguh pada apa yang digariskan oleh Rasulullah SAW dan juga diikuti oleh para sahabat; dimensi praksis/politis yakni berkumpulnya seluruh umat Islam dibawah kepemimpinan seorang pemimpin/amir.[13]

Dengan penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, saat ini tidak ditemukan Jama’ah Islam dalam dimensinya yang praksis/politis, di mana seluruh umat Islam di dunia bernaung di bawah kepepmimpinan seorang pemimpin/amir/khalifah. Fakta ini pula yang mengantarkan kita kepada kesimpulan lain, di mana tidak seorangpun atau jama’ah pun yang dapat mengklaim diri sebagai perwujudan otentik dari Jama’ah Islam universal yang wajib diikuti (diberikan sumpah setia/ bai’at) sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis-hadis tentang jamaah. Yang ada dan dapat kita akui bersama untuk saat ini ialah adanya “jama’atun minal muslimin”, “satu jamaah dari keseluruhan umat Islam.”

Lalu bagaimana kita menjalankan ajaran berjamaah yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabda-sabdanya? Menjawab ‘kegelisahan’ ini, Dr.  Sholah Ash-Shawi[14] menjelaskan 2 cara yang dapat ditempuh oleh setiap muslim :

Pertama; Komitmen (iltizam ) dengan salah satu jama’ah dari berbagai jama’ah yang ada, dengan sebuah pandangan bahwa ini adalah sebuah usaha untuk menuju adanya “Jama’atul Muslimin” sebagaimana yang diisyaratkan oleh Rasulullah SAW, dengan melihat dan mempertimbangkan mana diantara jama’ah-jama’ah tersebut yang lebih dekat kepada Al-Qur’an dan Sunnah, lebih komprehensif, matang dalam mempertimbangkan antara mashalih dan mafasid, lebih memiliki kemampuan, potensi dan kekuatan untuk melaksanakan amal Islam yang sempurna.

Kedua; Komitmen (iltizam ) dengan Jama’atul Muslimin, Ahlul Halli wal ‘Aqdi. Mereka memiliki otoritas untuk mengambil keputusan dalam segala kepentingan dan kemaslahatan umat Islam. Hal sedemikian akan terwujud jika ada seorang pemimpin yang dapat diikuti secara bulat oleh keseluruhan umat Islam. Atau dapat pula, dalam proses menuju terwujudnya Jama’atul Muslimin, diadakan kepemimpinan kolektif yang dapat melakukan komunikasi aktif dengan seluruh elemen dan jama’ah-jama’ah yang ada, tanpa harus memberlakukan keharusan untuk menjadi anggota di salah satu dari jama’ah-jama’ah tersebut.

Berdasarkan pada peta permasalahan tersebut di atas, dalam konteks berjama’ah di Persyarikatan kita ini  atau berMuhammadiyah, tampaknya lebih dekat dengan solusi pertama yang ditawarkan oleh Dr Sholah Ash-Shawi.

-------------------------------------------------------------------------------

 

Jadi Warga muhamadiyah memilih solusi 1. Konsep imarotul sugro, juga dibenarkan oleh warga muhamadiyah.

Saya akan mengutip apa yang ditulis oleh Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir dalam Buku Menuju Jamaatul Muslimin . Buku ini adalah karyanya yang berasal dari Thesis yang diajukan untuk meraih gelar MA di Universitas Islam di Madinah. Thesis ini dibimbing oleh Ahmad Mirah.

Pada halaman 168 dibahas sebagai berikut:

" 3. Para da'i di Negara yang belum ada Jama'ah

Kewajiban pertama bagi mereka ialah mendirikan Jamaah. Kepada mereka inilah kami akan menuliskan beberapa rambu dari Sirah Rasullulah SAW, ketika beliau diutus di Makkah dan mendirikan jamaah yang bertugas membawa risalah Islam ke seluruh alam sepeninggalnya. Hendaklah para da'i Islam mengetahui, bahwa setiap langkah da'wah yang tidak membawa kepada penegakkan atau peneguhan jamaah adalah langkah negatif dan tidak sesuai dengan manhaj Rasulllah SAW dalam da'wahnya.  Manhaj yang telah dibersihkan Allah dari segala bentuk kekurangan dan dilindungi dari kesalahan. Karena itu Allah mewajibkan para da'i berjalan sesuai dengan jalan yang ditempuh Rasullulah SAW tersebut. Friman Allah:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Uniknya buku ini bukanlah kelompok LDII yang membuat.

Lalu dari sini saja kita bisa melihat bahwa ada beberapa pandangan ulama soal jamaah, imamah, baiat, dll.

sementara itu saja dulu. Silahkan jika ada komentar.

kedudukan negara RI menurut Lajnah daimah saudi arabia

Negara yang bagaimana yang disebut Negara Islam? 

 Bila suatu negara menegakkan hukum Islam secara keseluruhan tanpa kecuali dan diperintah oleh orang-orang muslim serta kebijakan ada di tangan mereka, maka negara tersebut adalah negara Islam, meskipunmayoritas penduduknya kafir[1].

Dan bila pemerintahnya itu adalah pemerintah muslim yang adil.   Bila syari'at Islam masih menjadi acuan dan landasan hukum negara secara utuh, namun dia

Rasulullah saw berkata : “Bila tiga orang keluar dalam safar maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang sebagai amir.” (Abu Dawud dan yang lainnya, Shahih Al Jami’ AshShaghir : 500).

Bila di antara keharusan keberhasilan safar yang para penempuhnya tidak lebih dari tiga orang adalah imarah, mendengar dan taat maka apalagi amal yang memiliki tujuan

(membentuk) kehidupan Islamiyyah dalam tingkat umat dan penegakkan Khilafah rasyidah adalah lebih perlu akan jama’ah, imarah, mendengar dan taat,inilah makna yang diisyaratkan oleh sebagian ahlul ilmi :

 

Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al Fatawa 28/390 :

“Sesungguhnya anak-anak Adam tidak akan tegak mashlahat mereka kecuali dengan ijtima’ (berkumpul) untuk kebutuhan sebagian mereka kepada sebagian, dan saat berkumpul itu mereka mesti memiliki pemimpin, sehingga Nabi saw berkata :“Bila tiga orang keluar dalam perjalanan (safar) maka hendaklah mereka mengangkat salah seorangnya sebagai amir.”

 

Al Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah Ibnu ‘Amr, bahwa Nabisaw bersabda : “Tidak halal bagi tiga orang yang berada di tengah padang pasir dari bumi ini kecuali mereka mengangkat seseorang sebagai amir atas mereka.”Beliau saw mewajibkan

pengangkatan seseorang sebagai amir dalam perkumpulan yang sedikit yang sementara dalam perjalanan sebagai bentuk pengingatan dengan hal itu terhadap macam-macam perkumpulan yang lain, dan dikarenakan Allah ta’ala telah mewajibkan al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar, sedangkan hal itu tidak terealisasi kecuali dengan kekuatan dan imarah. Dan begitu juga hal-hal lain yang Dia wajibkan berupa jihad,

keadilan, penegakkan haji, jum’at, ied dan pembelaan orang yang didzalimi, maka hal yang wajib adalah menjadikan imarah (kepemimpinan) sebagai dien dan qurbah (ibadah) yang dengannya ia mendekatkan diri kepada Allah,karena taqarrub kepada-Nya di dalamnya dengan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya adalah tergolong qurbah yang paling utama.”

 

Asy Syaukaniy berkata dalam Nailul Authar 8/256 setelah beliau menuturkan hadits-hadits imarah dalam safar : “Di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa disyari’atkan bagi setiap jumlah yang mencapai tiga orang lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai amir atas mereka, karena dalam hal itu terdapat keselamatan dari perselisihan yang menghantarkan kepada kehancuran. Bila tidak mengangkat amir maka setiap orang memaksakan pendapatnya dan melakukan apa yang selaras dengan hawa nafsunya sehingga mereka binasa semua.Dan bila ada amir maka perselisihan bisa diminimalkan dan pendapat menjadi satu. Bila hal ini disyari’atkan bagi tiga orang yang berada di tengah padang pasir atau mereka musafir, maka pensyari’atannya bagi jumlah yang lebih besar yangtinggal di desa-desa dan kota-kota dan mereka membutuhkan (nya) untuk menolak kezaliman dan menyelisihkan perseteruan adalah lebih utama dan lebih layak.”

 

Ulama Nejed rh berkata : “Dan telah diketahui secara pasti dari dienil Islam bahwa tidak ada dien kecuali dengan jama’ah, tidak ada jama’ah kecuali dengan imamah, dan tidak ada imamah kecuali dengan mendengar dan taat,’Dan tiga hal ini adalah saling mengharuskan, sebagiannya tidak sempurna dan tidak tegak tanpa yang lainnya. Dan dengannya tegaklah dien dan Islam dan dengannya bereslah (urusan) manusia dalam kehidupan mereka dan tempat kembali mereka. Bila terjadi penelantaran dan taqshir di dalamnya atau dalam sebagiannya maka terjadilah keburukan dan kerusakan sesuai dengan kadar taqshir itu, dan ini mesti. Dan begitulah kerusakan membesar, keburukan beruntun, masalah menjadi-jadi, ketertiban menjadi rusak, dan urusan-urusan dien manjadi tertinggal.

 Ini adalah hal yang nyata jelas yang tidak ada kesamaran didalamnya Insya Allah, dan andaikata tidak ada kasak-kusuk para pematah semangat dari kalangan para penebar isu miring dan pengaku salafiy dengan adanya orang-orang yang mendengarkan kepada mereka dari kalangan para pemuda awam sehingga menyebabkan syubhat dalam memahami hadits

 www.hijrahshohabat

 

http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bingung-ditengah-banyaknya-firqah-jamaah.htm#.Ub0zL6x6Hmc

http://malang.muhammadiyah.or.id/content-91-sdet-gerakan-jamaah-dakwah-jamaah-dalam-muhammadiyah.html

Lagi lagi salafi. Blunder (kebodohan) apa lagi yg mrk perbuat? Silakan cek disini:

http://www.thoughts.com/wedusgembel/blog/lagi-lagi-salafi-583335/

ada warga salafi yang tinggal di timor timur. sejak tahun 1999 timor timur jadi negara sendiri. karena keterbatasan kemampuan dia tidak bisa pindah. apakah dia harus meyakini bahwa imamnya adalah SBY? atau meyakini imamnya adalah Ramos Horta yang nasrani? kalau dia meyakini bahwa ramos horta adalah imamnya berarti bukankah dia termasuk golongan nasrani karena mengikuti orang nasrani. dan dia mencabut ketoaat dari imam pertama (habibie). tapi kalau meyakini bahwa imamnya SBY, SBY tidak punya kekuasaan wilayah di timor leste.

pak nurhasan belajar ke saudi arabia, tapi kenapa ulama saudi arabia tidak ada satupun yang bilang diluar imamah saudi arabia adalah kafir, malahan ulama saudi arabia adalah yang paling gencar memerangi jamaah takfiri. jamaah 354 memang baik bermuamalah dengan masyarakat karena memang ada kebijakan 'politik citra' yang bernama budi-luhur, tapi di ranah syariat jamaah 354 akan kelihatan takfirinya, di ranah syariat jamaah 354 memperlakukan hum ( orang non jamaah 354) sebagai orang kafir

bung wong pinter ini koq malah mengobral bitonah? apa ini tidak nyingkuri kebijakan imam dimana satu-satunya jamaah harus bisa menjaga bitonah? blog ini akhirnya mengiyakan penilaian orang luar kalau ada imamah di LDII/jamaah 354, diluar orang jamaah 354 adalah kafir.apakah si wong pinter ini ingin menjadi pahlawan bagi jamaah 354? tobat ya mas...bitonah udah dibeber-beber. kalau cak aziz tau, bung wong pinter ini tidaklah di beri gelar pahlawan oleh cak aziz ( imam 354), tapi malah di suruh tobat atau malah dimurtadkan oleh imamah

kadang untuk kondisi tertentu memang harus disampaikan secara gamblang....{#eyes.gif}

untuk wong pinter ajzh...

jujur... saya banyak ngambil manfaat dari artikel2 wong pinter dan dulur2 nya...yg tersebar byk di blog2...

karena saya pernah mau diblingerkan oleh org2 salafi indon... dan malah hampir terpengaruh... krn keterbatasan referensi dan gak banayak org yg bisa diminta penjelasan secara gamblang jelas yang punya rujukan setara dengan org2 ngaku salafi itu ....yg memang banyak rujukan 2 kitab yg muter2 dan "ngambang"...yg terkesan mereka benar2 ulama salaf hehehe..

saya gak nyangka ...kalau orang LDII sekarang ternyata diam2 banyak yg bener2 pinter , luas wawasan dan luar biasa ..dlm penjelasan dan memeberi rujukan2 ilmunya.

saya temukan malah di dunia internet....

karena dulu dlm pemikiran saya ...kalau yg dipelajari di pengajian di ldii hanya himpunan2 itu2 aja ..yg diulang... dan kutubusitah...yg dlm penyampaian di kelompok2,desa,daerah.... kadang byk yg belepotan memberi arti per maknanya ..dan pnjelasannya....  terkesan sempit wawasan dan terlalu simpel {#smiley-sealed.gif}

sekarang pandangan saya berubah banget.......

karena ke simpelannya itu...dan patokan tegas pedomannya serta..praktek yg selalu sama2 dijaga amlaannya...

hanya kata2 luar biasa...yg bisa saya ucapkan.

mangkul musnad beramir ....memang luar biasa.. semakin bisa saya hayati kebenarannya.

saya yang notabene "org biasa" bukan ahli nafsu sorof,terbatas dalam memepelajari banayak kitab2 tafsir, bukan ahli  pondokan di pesantren yg "ngoyot" bertahun2....

tapi alhamdulilah...

ajzk...

ALLAH masih mencintai saya.

 

 

 

Saya setuju dengan wong pinter, semoga wong LDII smua jadi Wong Pinter, teruslah untuk ngeblog jangan putus asa, walaupun ada yang mengingatkan Wong Pinter untuk taubat, menurut saya yang mengingatkan untuk taubat itu yang nggak pinter, harusnya yang mengingatkan wong pinter itu yang taubat karena tidak pinter he .. he .. ALJZKHRO

wahh...wahh ada yang ngaku pinter yah. mas....mass... justru karena mas nganggep mas itu pinter, makanya mas jadi sombong, angkuh, ngga' mau nerima omongan orang lain. Akhirnya ya keblinger. keblingernya jangan jauh-jauh ya mas tar susah loh dicarinya{#flag.gif} {#flag.gif}

cara berjamaah yang syar’i ketika tidak ada khalifah global adalah menjauhi firqoh ( imamah golongan/fanatik golongan/chauvinistik), bukannya berfantasi membikin imamah keciiil dengan tujuan menyatukan seluruh umat islam seperti yang dilakukan 354.itu cuma ilusi. perhatikan dengan seksama: cara kehidupan beragama LDII/354 itu memiliki benang merah dengan kaum yahudi di israel yaitu sama-sama komunitas kecil, sama sama kena waham the chosen people, sama-sama menganggap golongan diluar kaumnya kafir ( istilah yahudi untuk orang diluar yahudi adalah : goyyim, sedangkan ldii/354 untuk menyebut muslim diluar golongan mereka adalah; hum, orang luar, wong jobo tapi semua berkonotasi negatif), sama-sama mengklaim surga adalah buat golongannya saja, sama-sama chauvinistik, sama-sama sombong dan takabur dalam beragama, cuma bedanya antara yahudi dengan ldii/354 adalah yahudi mayoritas adalah orang kaya ( menguasai finansial dunia) sedangkan 354 justru terpuruk karena kasus maryoso (yang 1 orang bandarnya saja bisa menikmati 300 miliar dan keluarga imam-dinasti madigol- menjadi sponsor legalitasnya,silahkan cek tulisan ludhi cahyana http://www.majalahtrust.com/verboden/verboden/289.php )

trus kalau yahudi banyak mendaptkan nobel, kalau 354 mayoritas orang kecil,lugu dan mudah terindoktrinasi dengan akidah khawarij yang dibalut janji-janji surga dan ancaman neraka versinya sendiri

cara yang syar'i ketika tidak bertemu keimaman ada 2:

1. Membentuk keimaman. Dalilnya jelas: Aku PERINTAHKAN kepada kamu sekalian (muslimin) lima perkara; sebagaimana ALLAH TELAH MEMERINTAHKANKU dengan lima perkara itu; BERJAMAAH, mendengar, tha'at, hijrah dan jihad fii sabilillah... al-hadits Di sini jelas katanya adalah: PERINTAH!!! Jadi kalau belum ada, ya diadakan.

2. Uzlah. Misalkan cuma seorang diri (hal darurat). Maka harus nyepi/memisahi semua firqoh yang ada. Tetapi apa yang dilakukan salafi indon sekarang ini bukanlah uzlah. Masa' uzlah punya pengajian rutin dan dauroh yang dihadiri ribuan orang? Ini sih bukan uzlah, tetapi membina/membentuk firqoh.

Ngomong2 masalah fantasi, justru firqoh salafi indon (hizb Albaniyah) inilah yang sedang berfantasi. Firqoh anda berfantasi suatu hari Tuhan akan menurunkan bulat2 seorang khalifah besar di muka bumi ini sehingga dunia akan hidup dalam keadaan gemah ripah loh jenawi. Well, Allah memang akan mengutus imam mahdi, tapi bukan sekarang, nanti menjelang kiamat. Firqoh anda juga berfantasi kalau membentuk jamaah akan menyebabkan umat tercerai berai (kelompok anda sudah bertindak sebagai Tuhan karena lebih tahu akibat dari menjalankan perintah Tuhan itu sendiri: beramir).

Look. Setahu saya LDII beramir itu bukan berfantasi menyatukan seluruh umat islam. Tetapi untuk melakasanakan perintah Tuhan. Meskipun cuma tersisa 3 orang, saya yakin akan terus menjalankan perintah ini. Jadi kuantitas bukanlah hal penting. Jadi berhentilah memfitnah orang lain.

Udahlah, ngaku salafi tapi kalau mbahas dalil Keimaman ngaco,plintat-plintut,rubah-rubah padahal aslinya ilmu keimaman,jamaah,dan bai'at itu gampang dan gamblang, sudahlah salafi indon gak usah mbahas keimaman ilmu ente tuh gak nyampe seperti orang mau naik kelangit{#blower2.gif}

Kata “bitonah “ secara terminologi adalah teman dekat dan terpercaya dalam berurusan pada masalah pribadi atau pada urusan sensitif umat islam. ( lihat syarh ibn katsir pada ayat ali imron 118, . Oleh karena itu umat islam dilarang memperkerjakan kaffir zimmi untuk menangani perkara umat islam karena dikhawatirkan kafir zimmi itu akan memberi informasi pada kafir harbi. Ayat ali imron 118 juga memerintahkan agar umat islam juga berhati-hati agar tidak ‘ember’ (baca: obral informasi) pada orang munafik.

Nah ketika sampai di kalangan LDII/ islam jamaah, istilah ‘bitonah’ ini mengalami pergesaran makna. Bitonah dalam praktek islam jamaah malah lebih condong sama pada taqqiyah-nya kaum syiah yaitu menutupi paham keyakinannya-bahkan dengan berbohong sekalipun - pada umat islam lainnya ( sawadzul adhom/ jamaah umm/jamaah induk).

Dalam ayat ali imron tsb, kata bitonah sebenarnya ditunjukan untuk orang kafir dan kaum munafik dalam pembitonahan. Nah kalau bitonah dalam islam jamaah, yang jadi obyeknya adalah muslim non-islam jamaah ( dalam bahasa islam jamaah disebut “ orang luar’, hum, wong jobo). Jadi dari konsep bitonahnya ala 354, kita akan melihat bahwa orang islam diluar LDII/354 adalah sama dengan orang kafir dan orang munafik yang dimaksudkan dalam ayat ali imron tsb menurut alam pikir kaum 354. bisa dikatakan bitonah ala 354 itu mengandung konsep takfir halus.

Bitonah dalam konsep islam jamaah bisa juga berarti memberikan keterangan sensitif pada pihak non-islam jamaah dengan keterangan yang tidak sebenarnya dan menggunakan bahasa bersayap atau bahasa kerennya ‘diplomasi’. Contoh: apabila mereka ditanya oleh pihak non-islam jamaah “apakah islam jamaah tidak mau sholat berjamaah/menjadi makmum dengan kaum muslim yang non-islam jamaah?.” Nah disinilah bitonah bekerja. Mereka akan memberikan jawaban yang bersayap atau mungkin mereka akan berbohong. Atau paling banter mereka akan mau mengerjakan sholat bersama dengan non-islam jamaah dengan teknik’ sholat munfarid ditengah sholat berjamaah” (maksudnya kalau keadaan terdesak orang islam jamaah bisa saja mau sholat berjamaah dengan kaum muslim non-islam jamaah yang imam sholatnya bukan berasal dari orang islam jamaah tapi diniatkan dalam hati sebagai sholat sendirian, ini ajaran yang dijejali imam/mubaligh islam jamaah pada pengikutnya sehingga pengikut islam jamaah berkeyakinan bahwa sholat dibelakang imam yang bukan warga islam jamaah sholatnya radd/tertolak dan tidak sah). Boleh dikatakan sholat munfarid ini bersinonim dengan sholat berjamaah bitonah. September 27, 2010

Titik maksimal dari masalah bitonah ini adalah masalah keimaman, dimana keimaman dalam islam jamaah dipraktekan dengan rahasia yang ketat ( bitonah). Oleh karena itu apabila LDII/ jamaah 354 ditanya ‘apakah anda punya imam?” mereka pasti akan menjawab dengan jawaban bersayap, jawaban bahasa diplomatis, atau bisa jadi mereka akan memberikan jawab berbohong. Saya juga tidak mengerti kenapa mereka membitonahkan ke-imamanya? Padahal Abu Bakar ba’asyir terang-terangan menproklamirkan diri sebagai imam dari MMI dan ansharut tuhid, tidak masalah koq. dan tidak dipermasalahkan oleh pemerintah dan masyarakat indonesia.(mereka juga berkeyakinan kalau imamahnya diawasi oleh CIA dan yahudi, begitulah jawaban yang beredar di DPP LDII, oleh karena itu alasan ini juga yang dijadikan pembenaran akan kebitonaham keimamannya, lucu sekali mereka merasa besar sehingga harusdiawasi CIA, itu fantasi khayali yang memang banyak diidap oleh kondisi psikologis orang jamaah yaitu, mersa sebagai kaum terpilih layaknya choosen people yahudi, merasa hebat, ngepolne dewe, merasa paling benar dll)
Padahal menurut alam pikir jamaah 354, masalah keamiran adalah masalah yang paling genting dimana mereka menilai sah atau tidak sahnya keislaman kaum muslim diindonesia adalah ketika orang itu berbeat pada imam jamaah 354 yang sekarang dijabat oleh anaknya nurhasan al-ubaidah yang bernama abdul aziz ( politik dinasti/ monarki??) . Dalam alam pikir orang jamaah 354, berbeat pada imam mereka jauh lebih penting dari 5 rukun islam dan 6 rukun iman. ( lihat hadits bukary). Menurut orang islam jamaah 354, apabila ada seorang muslim benar-benar bertauhid pada Allah dan sudah memenuhi 5 rukun islam dan 6 rukun iman dengan benar-benar mencontohi ahlu sunnah sekalipun tapi koq belom beat / tidak punya beat pada imam jamaah 354, maka hukumnya pasti....kafir, islam ngga sah, amalannya ngga sah , amalannya tertolak, jahiliah dan sederet labelling penghinaan lainnya. Begitulah akidah jamaah 354. padahal apabila mereka mau konsisten dengan paham mereka: yang berpaham sah atau tidaknya keislaman seseorang harus dengan beat dengan imam mereka, seharusnya mereka tidak membitonahkan keamiran/keimamannya dong sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya. Tapi nyatanya....mereka merahasiakan keimamannya, disatu sisi mentidaksahkan orang islam yang tidak beat pada imamnya ( ini dengan asumsi konsep keimaman mereka benar, faktanya keimaman mereka hanya keimaman gerombolan, sempalan, firkoh yang secara hakikat tidak mempunyai ikatan syariat baik bergabung dengannya maupun menyelisihinya). Ketahuilah, mayoritas ahlu sunnah menganggap penting akan dalil-dalil mengenai jamaah, namun kita harus menempatkan arti jamaah menurut Allah Rosul dan tidak mendefinisikan ‘jamaah’ dengan ta’rif dan pengertian golongannya saja. Itu adalah bentuk pengklaiman yang tidak bertanggung jawab. Jamaah 354 menganggap dirinya mengamalkan dalil ‘jamaah” tapi sesungguhnya meeka mempraktekan ‘kebalikan’ dari dalil-dalil dan arti jamaah yang sesungguhnya. saatnya kita tolak rezim madigol, tujuan rezim madigol adalah kekuasaan, pengikut dan pengaruh dengan topeng agama

setuju dgn mas wong............sama mas netral

{#group_hug.gif}

blog ini memberi pencerahan semakin kelihatanlah kebenaran qhj {#good.gif}

ada saatnya memang harus diterangkan dengan gamblang {#hat.gif}

supaya ada perimbangan informasi yang benar.

baca blog2nya gerombolan salafirun bikin ketawa aja {#guitarplay3.gif}

kok ada itu klub ruju ilannar......

setelah baca blog ini hati jadi {#glitter.gif}    {#glitter.gif}     {#glitter.gif}

Jujur saja, setelah membaca yang ditulis oleh wong pinter ini, hati ini kok tambah miris, karena apa yg ditulis oleh wong pinter penuh dgn ro'yu. Apakah begini ini mengenai  islam jamaah yg sebenarnya. Ya Alloh mudah-mudahan engkau memberi petunjuk kepadaku, kepada keluargaku dan kepada orang2 yang mencari kebenaran  ya Alloh. Amiinn...

 

kalo begitu baca baca yang ini ....

http://www.fpqh.net/

{#arrow_go.gif}


keimaman ldii itu dibitonahkan setelah jaman nur hasan. jaman nur hasan tidak ada yang bitonah. sekarang dibitonahkan saja sudah pada tahu, banyak yang ikut dan banyak yang tiru-tiru ( contoh Baasyir).

walah pak nurhasan  sj adalah penipu..apanya yg hrs ditiru..sebagai dukun..???. sebagai ulama jail..??. mentaqfirkan umat islam indonesia yg tdk berbai'at kepadanya...??. utk mengetes ketoatan seseorang kepada beliaunya...???. itu semua no way...ust. abubakar baasyir meniru beliaunya.., meniru yg mananya bro..??!.

Tombo ati iku ana lima perkarane


Kaping siji, Moco Quran sak maknane


Kaping pindo, Sholat wengi lakonono


Kaping telu, Wong kang sholeh kumpulono


Kaping papat, Weteng iro ingkang luwe


Kaping limo, Dzikir wengi ingkang suwe



Salah sakwijine sopo biso ngelakoni
Insya Allah Gusti Pangeran ngijabahi

 

spesial sy persembahkan bagi gerombolan sakit hati

yang lupa bahwa dunia ini kecil,

yang lupa bahwa target kita ibadah ini adalah sesuatu yang besar

yaitu kemulyaan diakhirot...........

yang lupa bahwa mereka juga pernah telah memegang janji

(1) untuk sanggup mendengarkan (perintah nasihat ijtihat yang tidak bertentangan dgn Q&H)

(2) untuk sanggup mengerjakan.

(3) sak polnya kekuatan diri.

 


ini translate nya ;

 

(obat hati itu ada lima macam)
(nomor satu,membaca Al Quran dengan maknanya)
(nomor dua, sholat malam dirikanlah)
(nomor tiga, berkumpullah dengan orang sholeh)
(nomor empat, perutmu dilaparkan/perbanyaklah berpuasa)
(nomor lima, dzikir malam perpanjanglah)

(barang siapa yang melakukan salah satunya)
(insya Allah, Yang Maha Kuasa memberkati)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

alhamdulillah kami termasuk orang yang masih memegang janji.........

klub ruju ilannaar alirannya apaatuh? kaset dan CD nya udah keluar blom yah di toko2 kaset dan CD2 bajakan di glodok...wakkakaka.....sarapi...sarapi...*Alhamdulillah gw masih disayangi Allah*...Alhamdulillah Jazaakumulloohu Khoiro buat wong pinter dan mas netral....emank perlu di sentil tuh sarapi2...

woy yang ngatain abah NUR HASAN penipu/dukun...masa bisa sih nipu jutaan org termasuk ada profesor, dokter, doktor???ati2 mulut ente klo ngomonk....do'a gw buat elo "YAA ALLAH BERILAH HIDAYAHMU KEPADA ORANG INI...KLO MEMANG ORANG INI ENGKAU QODARKAN TIDAK DIBERI HIDAYAHMU....SEGERA LAKNATLAH DIA....MATIKAN DALAM KEADAAN SUSAH.....MULUT KELUAR BAU BUSUK....DARIPADA BERBUAT KERUSAKAN, SALING FITNAH DI DUNIA INI"....

buat kaum salapirun alias antek2 yahudi, dikutip dari blog sebelah  :

pernyataan kalo keluarga kerajaan saudi keturunan yahudi...
Kesaksian bahwa nenek moyang Keluarga Saudi adalah Yahudi:

- Pada tahun 1960′an, pemancar radio “Sawt Al-Arab” di Kairo, Mesir, dan pemancar radio di Sana’a, Yaman, membuktikan bahwa nenek moyang Keluarga Saudi adalah Yahudi

- Raja Faisal Al-Saud tidak bisa menyanggah bahwa keluarganya adalah keluarga Yahudi ketika memberitahukan kepada the WASHINGTON POST pada tanggal 17 September 1969, dengan menyatakan bahwa: “Kami, Keluarga Saudi, adalah keluarga Yahudi: Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhannya kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, Saudi Arabia merupakan sumber awal Yahudi dan nenek-moyangnya, dari sana menyebar ke seluruh dunia”. Itulah pernyataan Raja Faisal Al-Saud bin Abdul Aziz.

dengan pernyataan diatas, gimana ilmu QH dan bentuk islam yang asli yaitu JAMAAH bisa ada disana wong di saudi sana rajanya aja pro ke yahudi...orang2 yahudi emang pinter puter otak untuk memecah umat Islam...karena mereka tau klo bentuk aslinya ISLAM yaitu JAMAAH, punya IMAM,BE'AT,TO'AT bukan dalam bentuk kerajaan yang ada sekarang di saudi, niscaya umat yahudi bisa hancur dan umat islam bisa bersatu...gimana ga ancur...liat aja sendiri amerika punya pangkalan militer di saudi, perusahaan minyak di saudi rata2 dari amerika dan sekutu2nya...klo emank bentuk Islam yang asli disana ada dan dijalankan sesuai QH, tuh keluarga kerajaan yang maen judi di las vegas pada disuruh tobat semua....mungkin aja tuh ulama2 disetir sama pihak kerajaan padahal mungkin ulama2 disana tau klo bentuk ISLAM yang sesungguhnya adalah JAMA'AH (ada IMAM, BE'AT, TO'AT...sang raja juga harus to'at sama IMAM untuk masalah agama)...dikarenakan ada pengaruh dari anjing2 yahudi maka diplintir lah dalil2 tentang keimamam....padahal dalam al qur'an  jelas2 banget dalilnya....HAI ORANG2 YANG BERIMAN TA'ATLAH KAMU PADA ALLAH DAN TA'AT PADA RASUL DAN YANG MEMPUNYAI PERKARA (AGAMA) DARIMU ALIAS IMAM....hal ini juga pernah terjadi pada jaman penjajahan dulu di indonesia...ada kiyai2 sempalan yahudi yang mengajarkan ke umat islam dan mereka mengeluarkan dalil : "kalo mao pegang qu'an harus wudhu dulu"....hal ini bisa mempersempit ruang gerak umat Islam dalam mempelajari qur'an itu sendiri (PEDOMAN UTAMA)....nah sekarang yang terjadi gimana caranya umat islam sama anjing2 yahudi dipecah belah?....salah satunya si salapirun ini neh....yang dakwahnya selalu dan selalu ngomongin masalah tauhid mulu...padahal kalo kita sudah masuk Islam baca syahadat (udah bertauhid donk)..ada yang paling penting dipelajarin yaitu QUR'AN DAN HADIST dekerjakan sejarah JAMA'AH (bentuk aslinya ISLAM), tetep dikerjakan karena Allah (tauhid lagi nih)....yang bikin orang yahudi ketar ketir yah sama bentuk aslinya Islam...punya IMAM (satu komando)....makanya gimana caranya bentuk Islam yang asli dihancurkan sama anjing2 yahudi....buat teman2ku di salafirun apakah kalian tidak menyadari kalau kalian sedang dirasuki paham2 yahudi yang suka mengadu domba dan suka plintir2 dalil...emank sih itu udah wataknya orang yahudi, selalu ngeyel kalo dikasih tau...seperti kisah2 umat2 nabi2 terdahulu sebelum nabi Muhammad SAW....buat teman2 ku wong pinter dan mas netral mari kita tetap perjuangkan agama yang haq ini sesuai bentuk aslinya dengan niat mukhlis karena Allah....intanshurulloh yansurkum wayutsabbit aqdaamakum...seperti para salafiyun sholeh....

para arsitek akidah batil 354 di pusat memandang, memang perlu mempertahankan ajaran bahwa
1. orang islam diluar golongannya adalah kafir
2. sedulur yang keluar 354 di propagandakan murtad, mati sewaktu-waktu masuk neraka
3. menetapi sampai mati akidah 354 dijamin masuk surga
4. ibadah kaum muslimin diluar 354 itu adalah sia-sia
5.amir punya hak istimewa berupa 'mengampuni' dalam praktek surat tobat

semua itu ditujukan agar jamaah ngga lari dari kelompoknya, agar kohesifitas kelompok/golongan semakin rekat. jamaah dibuat takut untuk keluar dari sistem 354 karena ancaman neraka dan murtad terus didengungkan.itulah cara rezim 354 mempertahankan kekuasaan dan pengaruhnya pada jamaahnya. mereka tidak peduli kalau untuk mempertahankan eksistensi kelompoknya harus menempuh jalur takfir, hizbi, pembohongan publik, penyimpangan syariat dan akidah, rezim 354 ngga peduli itu semua. yang penting jamaahnya tetap loyal pada mereka. inilah yang disebut dalam kitabullah, ulama-ulama yang menjual akhiratnya dengan keduniawian. inilah yang disebut pemimpin2 yang membohongi pengikutnya dalam hadis muslim

Janganlah menyebar fitnah karena itu dosa besar.

1. Orang kafir bukanlah orang yang di luar 354 (silakan lihat komen-komen saya di tulisan lain)

2. Orang yang memisahi jamaah matinya mati jahiliyah, bukan mati murtad.

3. Yang benar: surga itu hanya kepada orang iman yang menetapi jamaah sampai mati.

4. LDII tidak pernah mengatakan bahwa syekh-syekh terkenal di Saudi itu ibadahnya sia-sia. Jadi stop menyebarkan berita bohong. Alloh akan murka kepada anda.

5. Yang saya tahu, yang dibutuhkan amir adalah persaksian telah bertobat dan melaksanakan proses tobat (termasuk mentunaikan kafarat). Yang mengampuni tentu Alloh (jika dosanya kepada Alloh).

Berhentilah memfitnah. Takutlah pada siksa Alloh bagi orang-orang yang kerjanya selalu menyebarkan berita bohong.

dalam penjelasan p aziz , imamah (kepemimpinan/penguasa) presiden RI tidak sah, maka semua umat islam yang mengangkat presiden RI sebagai imam (pemimpin/penguasa) amalan kejamaahannya batal, aziz juga bilang bahwa salah satu bentuk kepemimpinan/imamah presiden RI tidak sah karena sistem yang dipakai adalah demokrasi buatan yunani.



mari sekarang kita lihat zaman abasiyyah era khalifah al mamum dimana khalifah dan bentuk pemerintahan negara abasiyah menjadi berhaluan muktazilah. dari mana muktazilah ini? ya dari yunani juga. paham rasionalisasi (muktazilah) itu memang diimpor dari yunani karena zaman itu semua kitab filsafat yunani diterjemahkan besar-besaran ke bahasa arab. ini yang menyebabkan paham muktazilah masuk dalam dunia islam.

http://waspada354.blogspot.com/2010/11/hot-mp3-kalau-aziz-dan-kholil.html



apa yang dilakukan imam bin hambal? apa imam bin hambal lantas mendirikan keimaman/kekhalifahan baru? padahal klo imam bin hambal mau mendirikan keimaman sendiri yo bisa, pengikut imam bin hambal itu ribuan.

tidak kawan, imam bin hambal tidak merampas hak kepenguasaan dari penguasa yang sah dan diakui dalam wilayah negara abasiyyah. imam bin hambal hanya melawan paham muktazilahnya saja, tapi imam bin hambal tidak sampai membatalkan ke khalifahan/kepemimpinan khalifah al mamum dan merampas hak penguasa yang sah. imam bin hambal tidak membuat imamah bitonah. walaupun kepemimpinan sedang fasik dan melanggar (seperti muktazilah) , imam bin hambal telah memberikan suri teladan yang baik bagaimana bermuamalah pada penguasa yang sah dalam sebuah negeri.

yang diajarin oleh aziz adalah lebih cenderung ke khawarij, kepenguasaan presiden RI tidak sah karena sistem yang dipakai adalah demokrasi. berhulu dari sinilah akhirnya 354 menganggap semua orang islam diluar golongannya adalah firqoh, tidak berjamaah bahkan kafir

ini tulisan saya di tempat lain. Karena tulisan anda hanya duplikasi, maka jawabannya saya duplikasi juga:

 

Semakin banyak anggota gerombolan Hizb Albaniyah ini menulis, semakin terlihat koplo-nya.

Mas, anda itu tidak bisa membedakan ANTARA Daulah Islamiyah (kekhalifahan yang berlandaskan Quran dan Hadits) yang kebetulan sedang dipimpin oleh seorang yang fasik DENGAN negara seperti Indonesia yang bukan berlandaskan Quran dan Hadits yang kebetulan dipimpin oleh seorang yang beragama Islam.

Kalau dasar negara Quran Hadits sepert Saudi tetapi kebetulan dipimpin oleh orang yang fasik itu memang tidak boleh diganggu gugat. Imam/Raja yang sedang memimpin itu masih sah selama tidak meninggalkan sholat.

Lha, kalo Indonesia, meskipun dipimpin oleh seorang syekh faham berjenggot 1 meter tetapi dasar negaranya bukan Quran dan Hadits.. wah maaf-maaf saja. Itu bukan imam yang dimaksud di nash-nash yang bertebaran.

Makanya kalo nuntut ilmu itu ya mbok harus kritis. Jangan terlalu membebek syekh-syekh anda mentah-mentah.

Bagaimana.. siapa yang lebih mudah dibodohin? LDII atau Hizb Albaniyah aka Salafi bodong???

http://www.suara-islam.com/read5187-Indonesia-Bukan-Negara-Islam,-Pemerintah-Bukan-Ulil-Amri.html

http://www.globalmuslim.web.id/2012/07/din-syamsudin-pemerintah-ri-bukan.html

untuk pa Abdullah Syam ( Ketum LD**)
umumnya umat islam Indonesia sudah tau prinsip bitonah ( dulu tahun 98-an pernah disiarkan di minhajurosyiddin bahwa bitonah ini juga sebagai politik ambang pintu) yang diterapkan dalam LDI*/jokam/ 354. Jadi buat apa bitonah tetap dipertahankan? Akibat bitonah, membuat LDI* tidak dapat dipercaya sebagai ormas dalam pergaulan di panggung keislaman Indonesia. Itulah sekarang image yang tergambar tentang LD11 ditengah masyarakat. Ironi sekali, sebuah ormas dengan mengusung nama “ lembaga dawah islam” tapi dalam muamalahnya adalah kedustaan, sandiwara dan hipokrasi ( lidah bercabang, seperti ular, maksudnya diluar golongannya ngomong A didalam golongannya ngomong B)

Akibat dari gerakan bitonah adalah
“ jujurnya saja LD11 tidak akan dipercaya, apalagi bohongnya”.

Itulah harga yang harus dibayar oleh 354 dari gerakan bitonahnya. Kalaupun ada manfaatnya buat 354 tapi mudhorotnya jauh lebih besar untuk 354/ld11 itu sendiri.

Akhirnya para pengurus DPP/DPD harus terus memainkan sandiwara di panggung pergaulan islam Indonesia ( MUI, ormas islam, umat islam). Jelas ini beban mental tersendiri bagi para pengurus LD11. karena hati nurani tidak dapat dibohongi. Ini sangat melelahkan. Perjuangan untuk hal yang batil adalah kesia-siaan besar. Jadi yang terlihat adalah kekonyolan, LD11 terus menggunakan kebohongan ( bahasa anak mudanya ngeles, atau bahasa kerennya adalah ‘bahasa diplomasi’) , tapi obyek yang dibohongi tau atau setidaknya skeptis bahwa dia sedang dibohongi.

Tenang aja pak, suatu saat juga akan terang-terangan. Masyarakat Indonesia sekarang masih belum dewasa. Selama masyarakatnya masih suka bakar-bakaran mesjid, selama itu juga politik diplomasi dijalankan.

yah termasuk, hizb salepuih ini, mereka juga tidak dewasa, di blog waspada blablabla, mereka malah mengancam meratakan mesjid" ldii dengan tanah, dan melaporkan kegiatan di hud pada pihak kerjaan saudi, ga dewasa banget :D, makanya strategi diplomasi dipake skr :)~

Imamah mamlakah almadigoliiyya al khayaliyyah itu sebenarnya hasil dari spekulasi dan petualangan politik nurhasan. Ditahun-tahun revolusi (1940-1965) memang Indonesia sedang berada di posisi transisi dan labil. Gerakan dakwah purifikasi (pemurnian) islampun kala itu tidak segencar sekarang walaupun gerakan purifikasi memang ada seperti yang dimotori oleh persis, muhamadiyyah, sumatra thawalib dll.

Nurhasan menggunakan moment kelabilan itu untuk menjadi kepala negara. Nurhasan itu terinspirasi dan termodelkan oleh perjuangannya malik Abdul Aziz yang berdakwah pada manhaj salaf sekaligus sukses mendirikan Daulah Islamiyyah Saudiyyah.Dan juga terinspirasi oleh Daud Beureuh, Kahar Muzakar dan Kartosuwiryo yang sama-sama mengusung konsep Imamah wa daulah islamiyyah (namun gagal).

  Sayangnya Nurhasan juga tidak berhasil mendirikan daulah. Mimpinya kandas. Setelah itu Nurhasan memproyeksikan mimpinya dengan mewujudkan imamah khayaliyyah nya menjadi imamah bitonah. Yang penting jadi imam dulu(tanpa memperdulikan ketidakpunyaan akan daulah wal wilayaat). Agenda jangka panjang imamah 354 memang imamah daulah wa wilayaat. Caranya dengan tahap awal bitonah. Semasa bitonah ini mereka mengadakan dakwah dengan tujuan memiliki banyak pengikut dulu. Setelah pengikut dan posisi strategis diraih barulah mereka akan mewujudkan imamah daulah wal wilayaat. Melihat perkembangannya sekarang, mimpi imamah 354 untuk mendirikan imamah daulah wal wilayaat masih jauh api dari panggang. Bukannya simpati dan dukungan massa yang mereka raih justru masyarakat sekarang jadi tahu cara permainannya 354 yaitu dengan taqiyah. Maka kredibilitas LDII pun anjlok dimata masyarakat muslim Indonesia. Akhirnya impian imamah 354 hanyalah fantasi dan angan-angan belaka. Bahkan harga yang harus dibayar sangatlah mahal sekali yaitu indoktrinasi-indoktrinasi yang membuat akidah (sistem keyakinan) jamaah 354 menjadi tergelincir menjadi takfiri khawarij, rusaknya tatanan silaturahim, chauvinisme dan fasisme ( merasa golongannya yang pol dewe), arogansi dan ujub dalam beragama, rusaknya tatanan syariat ( ijtihad imam yang terkadang ‘memansukh’ hukumAllah Rosul, wlaupun mereka tak sadar). Jadi langkah terbaik adalah, imamah khayali abdul aziz bin nurhasan sebaiknya legowo saja menyerahkan imamah daulah wal wilayaat di Indonesia ini pada penguasa yang sah dan diakui oleh rakyat Indonesia (yaitu presiden, karena kebetulan indonesia menganut presidensil), adapun imam 354 ngga usah menamakan dirinya sebagai “imam” amirul mukminin” “khalifah” (apalagi). Abdul Aziz bin madigol cukup memposisikan dirinya sebagai ketua dewan syuro,ketua paguyuban dan semisalnya yang berfungsi sebagai pimpinan yang memfasilitasi dan mengkordinir saja. Dan bukan sebagai posisi imamah di negeri ini. Dan tidak usahlah pake beat-beatan segala.Sehingga diharapkan tercipta win-win solution yaitu menghilangkan/meminimalisir polah hizbiyyah namun program-program ldii yang tidak menyimpang , tetap jalan.

Indoktrinasi yang diderita jamaah 354 (kasihan jamaah 354)sebenarnya memang ditujukan untuk kemapanan rezim nurhasan (sekarang dilanjut oleh keturunannya) dan kroninya ( dengan ‘perdana menteri’nya kasmud*, pakubumi, wk 4). Untuk tujuan kekuasaanya, rezim madigol sampai hati mempermainkan dan merekayasa akidah rukyah ( aqida engineering). Akidah rukyahlah yang dijadikan cost dan taruhannya untuk mewujudkan semua petualangan politik ini

Yang diperintahkan Allah adalah berjamaah (mengangkat amir). Bagi LDII jamaah adalah memenuhi perintah Allah dan Rasul. Bagi LDII, 3 orang cukup untuk menjadi jamaah. Pendekatan bottom up ini yang membuat sistem berjalan. Coba bandingkan dengan Salafi Gadungan. Katanya sih amirul mukminin nya SBY hahaha... Menajiskan pemilu dan demokrasi kok tapi mengakui SBY amirul mukmininnya. Malu atuh. Kalau memang mengakui pemerintahan yang sah sebagai amirul mukminin, jangan cuma produk akhirnya yang diakui tapi proses nya juga. Malu atuh sama PKS. Sudah menjelek-jelekkan orang lain ikut proses ala barat (pemilu) tapi hasil produknya dipakai. Ngaca dong. Dasar idiot. Jualan ente kagak bakal laku. Dasar kelompok sesat Salafi gadungan, sukanya mengajak orang ke neraka.

memang saya sadar 100% bahwa di LDII itu di ajarin/disuruh bahkan wajib bohong/dusta (tapi menurut jamaah ini bukan dusta yang haram tapi halal maka di sebut bithonah) kepada orlu,tapi ini kan semata mata untuk keselamatan jamaah kita coba kalo kita gak bohong/dusta bagaimana jadinya jamaah ini padahal jamaah ini adalah jalan tunggal masuk surga selamat dari neraka contoh dusta/bohong yang halal nabi ibrahim waktu ditanya raja kafir apakah ini istrimu tapi ibrahim menjawab bukan ini adikku demi menyelamatkan dirinya dan istrinya terus lagi waktu ibrahim diajak ibadah bapaknya menyembah berhala nabi ibrahim beralasan sakit dll,terus lagi nabi muhammad sendiri waktu perjanjian hudaibiyah orang kafir gak mau kalo nabi di tulis namanya muhammad rosulullah tapi maunya muhammad bin abdillah tapi nabi ya ngalah ngikuti maunya orang kafir demi tegaknya islam waktu itu padahal nabi ya rosulullah tapi gak apa apa gak diakui orang kafir demi menangnya islam yang penting para sahabat mengakui bahwa nabi muhammad adalah rosulullah,inilah diantara dasar di bolehkanya bohong/dusta kepada orlu/hum menurut mangkulku di pondok waktu itu dan nasehatnya para pengurus lainya.

makanya kalo ngaji dengan mangkul itu bisa mengamalkan dan membedakan antara yang boleh dan yang tidak boleh walaupun secara umum dilarang ini karena mangkul termasuk masalah imamah karena mangkul ya bisa praktek tapi kalo gak mangkul adanya hanya musyawarah terus,muktamar terus keburu mati gak punya imam maka matinya JAHILIYYAH....maaf ini mangkul lho yaa? bukan ro'yiku

berbohong itu terjadi karena ada yang tanya. Pertanyaan itu ada pertanyaan ingin tahu, pertanyaan ngetes, pertanyaan iseng dan pertanyaan menyudutkan. di kala ada pertanyaan menyudutkan sesorang itu punya hak tidak menjawab, dan punya hak menjawab dengan konteks lain. Misalkan ada seseorang yang impoten, ditengah keramaian orang ia ditanya "Kamu impoten ya???"

yang ditanya pasti bingung, terus pulang nangis. karena isengnya penanya yang ingin menjatuhkan.

Seperti LDII punya imam?? LDII itu ga ada imam. yang ada ketua umum.

kalau pertanyaanya  Jamaah itu punya imam? jawabnya pasti punya. Anak TK saja tau sholat jamaah itu ada imamnya.

beda dengan pemahaman salapi. Jamaah itu sendiri-sendiri ga apa-apa..

sendiri-sendiri yo caplok boyo

jagonya berbohong itu anggota Dewan dari PKS, mbuka vedeo porno jelas terekam saja masih bisa mengelak.

tifakul sembiring ikut tahlilan.. salaman dengan istri obama...

 

level grassroot memang tidak akan merasakan agenda politis dari elitnya. ini dapat dipahami karena elitnya begitu merahasikan ini ke level grassrootnya. Elit 354 itu sedang mengagendakan suatu yang bersifat daulah atau negara namun dengan bahasa imamah. Imamah dalam islam memang membicarakan kepenguasaan. nah level grassroot 354 memandang bahwa imamah itu adalah pengganti dari kenabian yang bersifat syariat. oleh karena itu imamah begitu sakral dipandang oleh 354 karena rukyah 354 merasa akan masuk surga dengan praktek imamah yang selama ini dipahaminya. elit 354 yang dimotori oleh keluarga nurhasan dan kroninya sangat terobsesi dengan kepenguasaan dan kepengaruhan. Namun mereka tidak bisa mewujudkan dalam bentuk daulah-real maka mereka mengambil cara membohongi rukyahnya dalam hal konsep imamah wal jamaah.rukyah dikonsepsikan sebagai kaum pilihan Allah, kaum jalan tunggal masuk surga, kaum pilihan Allah dan sejuta hembusan ilusi yang memang akrab dilingkungan 354. dengan demikiian rukyah akan bangga menjadi jamaah 354 dan bangga "dikuasai' oleh komplotan burengan bahkan merasa akan masuk surga dengan dibawah pengaruh keluarga nurhasan

tampaknya anda terlalu  banyak makan buku teori konspirasi {#basic-kiss.gif}

kalau memang targetnya jadi negara, dari dulu LDII sudah sibuk bikin partai. LDII dari dulu saya lihat paling konsisten: tujuannya adalah murni menggapai rahmat Alla-> surga dan menghindar dari azab -> neraka. Makanya dari dulu sampai sekarang bentuknya seperti gitu-gitu aja. Kalau jadi negara ya bagus, kalau tidak ya tidak apa-apa toh bukan tujuan.

wah.. kalo agendanya membentuk negara bagus itu...

menambah sempurnanya jamaah..

paling tidak sudah punya tujuan tidak bitonah lagi, menerapkan hudud..

bagus itu saya acungi jempol untuk ld11

menurut logika orang jokam 354, yang namanya mengkafir-kafirkan orang islam diluar 354 adalah daalam bentuk lisan seperti " hai kamu orang kafir". ya memang, jaman sekarang orang 354 memang tidak mengkafir-kafirkan orang islam diluar golongannya secarang eksplisit melalui lisan TAPI mereka menghukumi dan memposisikan orang islam diluar golongan 354 pada ranah syariat sebagai orang kafir, contoh: orang 354 yang keluar dari 354 dihukumi MURTAD dan halal darahnya. ya ini ...sama saja, mengkafir2kan orang islam diluar golongannya. alangkah ambivalennya ketika mereka 354 dengan gagahnya berkata "kami tidak mengkafiri orang islam diluar golongan kami, tapi disatu sisi mereka menghukumi jamaahnya yang keluar dengan hukum Murtad? atau ini penyakit hipokrit sebagai efek dari doktrin bitonah?{#dj1.gif}

saya kasih clue sedikit biar otak anda sedikit nyambung. Mengkafirkan orang islam di luar golongan itu tidak ada di LDII. Buktinya tetap bermakmum kok di mekkah, trus juga mendapat mankulan dari syaikh thailand. Makanya silakan baca2 lagi tulisan saya tentang bedanya kafir, jahiliyah, murtad dsb.  Tetapi kalau ada orang keluar dari LDII lalu mengganggu, menghasut pengajian sampai merubuhkan mesjid, membakar mesjid sehingga kitab2 di dalamnya juga ikut terbakar, lalu bahkan ada yang membunuh... mungkin wajar kalau ada orang LDII yang mengkafirkan orang macam itu.

wong pandir,loe tolol, jarang sambung, jadi ngga tahu fakta 354, yang ada ngayal terus klo 354 itu ngga takfir secara generalisir.

apa di nasihat lisan hasil-daerahan loe ngga denger?, klo orang jokam 354 yang keluar itu hukumnya murtad. ini sama aja mengkafir2an orang. makanya hasil daerahan...bayar tuh infaq isrun...nunggak mulu{#crazyheart.gif} mau makan apa imam loe?

weleh cangkeme wong ldii ae digagas. bene gomng murtad, sing penting aq isih rukun islam yo wes. toh ucapan murtadnya wong ldii padaq ga mengganggu aktivitas kehidupanku. walaupun aq wis ora ngaji.

Lam ya-ti rojulun qottun bimitsli maa ji-ta bihii illa udiya – Tidak akan datang sama sekali seorang laki-laki dengan membawa ajaranmu Muhammad, kecuali pasti akan dimusuhi.

sebagai orang islam siapa yang tidak kenal nabi muhammad saw,beliau adalah sebaik2nya manusia,alloh swt pun begitu mencintainya,tapi apakah semua manusia bisa menerima apa yang dibawanya?jawabnya tidak,ada yang suka dan ada yang tidak suka bahkan memusuhi dan membencinya,smp2 nabi dibilang tukang sihir,orang gila,tukang karang,begitu juga yang terjadi pada masa kini,ketika pada waktu itu ada seseorang datang dengan membawa ajaran islam yang murni berdasarkan alquran dan alhadist malah dianggap sebagai,pembawa ajaran sesat, dajal,ahli bid'ah,tukang sihir,tukang karang,dan cap jelek lain tentu saja oleh orang yang tidak bisa menerimanya,namun tidak semua menolak ada orang2 yang bisa menerima dan mengamalkan apa yang dibawanya atas pertolongan dan kodar alloh sampai saat ini bisa berkembang dengan pesat dan seharusnya kita bersyukur semakin banyak orang mengerti dan bisa mengamalkan perintah alloh dan rosul sesuai dengan yang ada dalam alquran dan alhadist.

saya aktif di ldii. sy berkeyakinan ldii adalah jamaah. paling tidak sebuah imarotul sugro untuk upaya perjalanan menuju imarotul kubro. adapun adanya keterbatasan itu biasa, karena ldii masih menapak menuju imamah yang sempurna. kalau prosesnya berjalan, meskipun pelan, ketercapainya menuju kesempurnaan itu kita menunggu waktu. mungkin 1000 atau 2000 th lagi kit ga tahu. mungkin di masa cucu kita, atau cicit kita yang akn memetik dan membayar hutang tujuan kita, yang penting kita sudah ada niat. bisa saja proses dipercepat oleh allah misalnya adanya wabah narkoba dan HIV  menjangkit seluruh generasi, dan yang selamat hanya generasi ldii. itu bisa saja.

walaupun demikian saya tetap menganggap di luar jamaah 72 golongan itu tetap islam. islam tapi bukan jamaah. walaupun ada dalil tidak bai'at itu mati jahiliah tetapi saya merasa tidak berwenang untuk menarik kesimpulan kesitu.   Saya takut menjadi bagian yang 72 golongan itu, walupun salapy menghibur bahwa mati jahiliyah itu bukan kafir. tapi hanya nentang allah. saya takut karena mati nentang allah itu adalah mati suulkhotimah. bagi salapy yang menganggap saya khowarij mungkin bisa saja tuduhan itu akan balik pada diri anda. karena saya tidak pernah menuduh anda kafir.

salam damai

sedih rasanya membaca argumen2 di atas yang penuh dengan emosi, kenapa ga di buka hadistnya saja? ( klu Qur'an tidak perlu diperdebatkan ) tunjukkan kalau islam itu harus ada imamnya sebagai pengatur. tapi kalau memang harus ada imam bukan berarti kita harus mengkultuskannya, iman itu manusia biasa, bisa salah bisa lupa dan belum tentu juga masuk surga, yang berhak menentukan orang masuk surga kan cuma Alloh? kita juga tidak boleh mengkafirkan orang islam di luar kelompok tertentu...maka dari itu dari pada dari pada lebih baik kita memperbaiki ibadah kita sesuai dengan Qur'an dan Hadist dan diniati karna Alloh mencari ridhonya Alloh dan menghindari siksaan Alloh selain itu berbuat baik kepada sesama baik orang islam ataupun tidak kecuali kalau memang kita diperangi oleh orang2 kafir maka harus kita lawan. kadang2 aneh juga sih ya? kita benci dengan orang kafir tapi kita pakai juga produknya bahkan mempromosikannya secara gencar....menurut saya lebih baik kita bersihkan hati kita dengan menjalankan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah...insyaAlloh kita akan masuk surga. amiin.

Post A Comment