Welcome to Blogster!
692,085 Blogster Users  |  364,642 Posts
 
 
 

ekowaluyo

 

Blog Traffic: 3023

Posts: 3

My Comments: 0

User Comments: 0

Photos: 0

Friends: 0

Following: 0

Followers: 0

Points: 45

Last Online: 1855 days ago


 
 

Visitors

No Recent Visitors
 

PENGUKURAN LISTRIK

Added: Sunday, April 20th 2008 at 6:15am by ekowaluyo
 
 
 

P

engukuran adalah suatu teknik untuk menyatakan suatu sifat fisis dalam bilangan sebagai hasil untuk membandingkan dengan suatu besaran baku yang diterima sebagai satuan. Dalam pengukuran dibutuhkan instrumen untuk membantu keterampilan manusia dalam menentukan nilai dari suatu besaran yang tidak diketahui. Dengan demikian sebuah instrumen dapat didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan untuk menentukan besaran dari suatu kuantitas dan variabel.

Telah disadari bahwa besaran listrik seperti arus, tegangan daya, dan yang lainnya tidak dapat secara langsung kita tanggapi dengan panca indra kita. Untuk memungkinkan pengukuran, maka besaran listrik ini ditransformasikan melalui suatu phenomena fisis ke dalam besaran yang memungkinkan untuk diamati oleh panca indra kita. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan untuk  merubah besaran listrik ke dalam suatu phenomena fisis yang dapat diamati oleh panca indra kita dikenal sebagai pengukuran besaran listrik.

Pada umumnya sistem pengukuran ini dibagi atas 3 bagian :

  1. Detektor Tranduser yaitu mendeteksi besaran fisika dan melakukan transformasi secara mekanik atau listrik untuk mengubah sinyal (isyarat) menjadi bentuk yang lebih berguna. Jadi, transduser adalah suatu piranti yang dapat mengubah  (mentransformasi) suatu efek fisika menjadi efek  fisika lain. Akan tetapi dalam banyak hal (sering ) Variabel fisika itu ditransformasi (diubah) menjadi sinyal listrik. Karena tehnik pengukuran listrik hanya dapat dipakai sesudah diubah menjadi besaran listrik, maka persoalannya adalah proses. Artinya bagaimana proses untuk mengubah besaran fisika menjadi besaran listrik.
  2. Suatu tahap antara, yang mengubah sinyal langsung dengan penguatan, penyaringan atau cara lain agar didapat output sesuai dengan yang diinginkan.
  3. tahap akhir atau penutup, fungsinya menunjukkan, merekam, dan mengendalikan variabel yang di ukur. Pada tahap akhir sistem pengukuran itu bisa berupa suatu volt meter (pengukur tegangan). Bisa juga seperti volt meter elektronik dan lain sebagainya.

Pengukuran elektronika ialah : Suatu ilmu yang mempelajari tentang gejala input yang berupa tekanan, cahaya, panas yang di ubah menjadi gejala listrik, kemudian diperkuat dan di sajikan atau display gambar skhemanya sebagai berikut:

 

 

III

 

 

II

 

    

I

 
          Input device                      Processing device                    outputdevice                                         

Input           

 

                

                    (transducer)

 

Input   : -    tekanan

-          panas

-          cahaya

-          gaya

-          gerakan

intrumen ini merupakan suatu system terdiri dari sejumlah komponen secara bersama sama di gunakan untuk melakukan pengukuran dan mencatat hasilnya. Sebuah intrumentasi umumnya terdiri dari tiga bagian seperti telah  disebutkan di atas, yang pertama peralatan output device.

Ad. 1 Input device ( Transduser) atau pick up.

Transduser ini dapat bersifat :

Ø      kapasitif

Ø      inductive

Ø      photo electric

Ø      piezo electric

Ø      velocity (kecepatan).

Sebagai contoh :

                          Mic

P.S

 
                                                                                                               L.S

 

Ad. 2. Procesing device : Pada processing device dia berisi amplifier

Ad. 3. Output device             : Pada output device terdapat :

·         alat ukur

·         CRO

·         Lampu

·         Relay dll

Pengukuran

1. Non Electrical quantity ( pengukuran tidak dengan listrik )

2. Linier Displacement ( pemindahan secara listrik )

Ad.1. Non Electrical quantity

Transduser ialah : Suatu alat pengubah gejala phisis menjadi gejala listrik dan dapat membangkitkan sendiri jadi sama dengan thermo kopel.

 

Sensing Device  : Suatu alat pengubah gejala phisis menjadi gejala listrik tetapi tidak dapat membangkitkan sendiri.

 

Tadi telah di jelaskan diatas untuk menggunakan metode dan tehnik listrik pada pengukuran besaran yang bukan listrik diubah menjadi suatu sinyal listrik oleh sebuah alat yang di sebut transduser.

          Suatu definisi mengatakan “ Transduser adalah “ : sebuah alat yang bila di gerakkan oleh energi didalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke system transmisi ke dua.

Transmisi energi ini bisa listrik, mekanik, kimia, optik (radiasi) atau panas.

Selain itu transduser dapat juga mencakup alat-alat yang mengubah gaya atau perpindahan mekanik menjadi sinyal listrik. Alat-alat ini membentuk kelompok transduser yang sangat besar dan sangat penting yang sering di temukan dalam instrumentasi industri.

          Parameter fisis seperti panas intensitas cahaya, dan kelembaban dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan transduser. Transduser ini memberikan sinyal output bila dirangsang oleh sebuah masukan (input) yang bukan mekanis.

          Transduseer ini dapat dikelompokkan berdasarkan pemakaiannya, berdasarkan metode pengubahan energi, berdasarkan sifat dasar dari sinyal keluaran.

Sebuah termistor bereaksi terhadap variasi temperatur ; sebuah foto cell bereaksi terhadap perubahan intensitas cahaya ; sebuah berkas elektron bereaksi terhadap efek-efek maknetik, dan lain-lain.

 

Klasifikasi dari pada transduser :

1. Self generative (activ device)

2. Externally powered.

Ad.1. Suatu alat yang dapat membangkitkan sendiri artinya dan tidak memerlukan daya luar, tapi menghasilkan suatu tegangan atau arus analog bila di rangsang dengan suatu bentuk fisis energi

Ad.2 Suatu alat yang tidak dapat membangkitkan sendiri harus di bantu oleh elemen lain. Artinya dia memerlukan daya dari luar. Dia menghasilkan perubahan dalam sebuah parameter listrik misalnya tahanan, kapasitansi dan lain-lain yang dapat diukur sebagai suatu perubahan tegangan atau arus.

Mengukur ialah suatu pekerjaan melakukan yang ada kaitannya dengan alat-alat ukur. Jadi tujuan dari pada pengukuran itu ialah : untuk mengetahui, menilai, atau menguji besaran listrik. Hasil pengukuran dapat diperoleh melalui system penunjukan misalnya :

-          Sistem jarum penunjuk yang disebut dengan meter analog

-          System pencatat yaitu menunjukkan bentuk angka-angka yang disebut dengan meter digital.

-          System sinar katoda yaitu penunjukan dalam bentuk grafik misalnya osiloskop.

Dari hasil penunjukan inilah kita dapat menganalisa seberapa besarkah hasil pengukuran itu dapat dipercaya (akurat). Dari hasil yang diharapkan dalam pengukuran adalah hasil optimal.

 

User Comments

Post A Comment

This user has disabled anonymous commenting.