Welcome to Blogster!
706,386 Blogster Users  |  364,642 Posts
 
 
 

artbloggue

 

Blog Traffic: 350005

Posts: 29

My Comments: 41

User Comments: 144

Photos: 41

Friends: 1

Following: 0

Followers: 0

Points: 472

Last Online: 1438 days ago


 
 

Visitors

No Recent Visitors
 

Pembelajaran Seni Rupa pada pendidikan Dasar dan Menengah

Added: Thursday, April 10th 2008 at 8:00am by artbloggue
Related Tags: education
 
 
 

 

Seni rupa merupakan hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual dan rabaan. Seni rupa berperanan dalam memenuhi tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan manusia maupun semata-mata memenuhi kebutuhan estetik. Karya seni rupa dapat menimbulkan berbagai kesan (indah, unik, atau kegetiran) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan.

Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya, dan desain. Jenis-jenis seni rupa ini menunjukkan proses pembuatan dan bentuk karya yang dihasilkan, serta nama pembuatnya, yaitu seniman, kriyawan, dan desainer. Seni murni menekankan pada ungkapan pikiran dan perasaan, meliputi seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni kriya menekankan pada keterampilan teknik pembuatan karya, dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan nonfungsional. Seni kriya menggunakan berbagai teknik dan media tertentu, misalnya kriya kayu, kriya logam, dan kriya tekstil. Desain menunjukkan proses pembuatan karya yang maksud dan tujuannya telah ditentukan lebih dahulu. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda, atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan tertentu. Seniman atau kriawan dapat bekerja secara mandiri, sedangkan desainerbekerja untuk keperluan klien.

Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.

Melalui pengalaman berkarya, siswa memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam berkarya seni rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, siswa belajar berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.

Dalam pembelajaran seni rupa, peranan seni murni, kriya, maupun desain bersifat saling melengkapi dan saling berkaitan. Pembelajaran seni rupa dapat dilakukan dengan pendekatan studio, misalnya studio seni lukis, seni patung, seni grafis, dan kriya. Pembelajaran seni rupa dapat juga dipisahkan menjadi kegiatan pembelajaran seni rupa murni, kriya, dan desain.

Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa. Materi apresiasi seni pada dasarnya adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa. Apresiasi seni rupa dapat mencakup materi yang lebih luas, yaitu pengenalan seni rupa dalam konteks berbagai kebudayaan.

Materi pelajaran apresiasi seni pada pendidikan Dasar dan Menengah meliputi pengenalan terhadap budaya lokal, budaya daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional, klasik, moderen, maupun kontemporer. Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi apresiasi juga meliputi pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana karya seni rupa dihasilkan serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.

Pembahasan konsep seni rupa meliputi struktur bentuk dan ungkapan (ekspresi) dalam seni murni dan hubungan bentuk, fungsi, dan elemen estetik dalam seni rupa terapan. Pembahasan tentang media seni rupa meliptui ciri-ciri media, proses, dan teknik pembuatan karya seni rupa. Selain itu, apresiasi seni juga perlu memberikan pemahaman hubungan antara seni rupa dengan bentuk-bentuk seni yang lain, bidang-bidang studi yang lain, serta keberadaan seni rupa, kerajinan, dan desain sebagai bidang profesi.

Berkarya seni rupa pada dasarnya adalah proses membentuk gagasan dan mengolah media seni rupa untuk mewujudkan bentuk-bentuk atau gambaran-gambaran yang baru. Untuk membentuk gagasan, siswa perlu dilibatkan dalam berbagai pendekatan seperti menggambar, mengobservasi, mencatat, membuat sketsa, bereskperimen, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk-bentuk lainnya. Selain itu, siswa juga perlu dilibatkan dalam proses pengamatan terhadap masalah pribadi, realitas sosial, tema-tema universal, fantasi, dan imajinasi.

Mengolah media pada dasarnya adalah menggunakan bahan dan alat untuk menyusun unsur-unsur visual seperti garis, bidang, warna, tekstur, dan bentuk. Dalam mengolah media, siswa perlu diperkenalkan dengan teknik penggunaan berbagai bahan, dengan memperhatikan keterbatasan-keterbatasan maupun kelebihan-kelebihannya. Dalam menyusun bentuk, siswa perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan bentuk sehingga menjadi gaya yang bersifat pribadi.

Dalam kritik seni, siswa dilibatkan dalam pembahasan karya sendiri maupun karya teman atau orang lain. Pembahasan karya seni rupa di sini merupakan proses analisis kritis, meliputi deskripsi, analisis, interpretasi, dan penilaian. Unsur yang dianalisis adalah gaya, teknik, tema, dan komposisi karya seni rupa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengasah keterampilan pengamatan visualnya.

Pembelajaran kritik seni rupa memberikan pengenalan dan latihan menggunakan bahasa dan terminologi seni rupa untuk mendeskripsikan dan memberikan tanggapan terhadap karya seni rupa. Tanggapan ini berkaitan dengan sifat-sifat sensoris karya seni rupa, seperti aspek-aspek taktil (rabaan), spasial (keruangan), dan kinestetik (gerak). Pembelajaran kritik seni juga melatih kemampuan untuk memahami makna-makna yang disampaikan melalui simbol-simbol visual, bentuk-bentuk, dan metafora.

Selain berkarya seni rupa, materi pokok seni rupa juga mencakup penyajian karya seni rupa. Materi penyajian karya seni meliputi penyajian secara lisan di kelas dan pameran di lingkungan kelas, sekolah, bahkan juga di masyarakat. Materi pokok pameran adalah seleksi, pemajangan karya, dan publikasi. Materi pameran juga mencakup kegiatan pengorganisasian pameran, meliputi perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi pameran. ( sumber modul UT )

User Comments

setelah siswa berkaya dengan media rupa-kemudian karya tersebut diapresiasi baik secara personal maupun classikal-yang menjadi pertanyaan ane- bgm mengadakan pameran dengan jumlah siswa yang ckp bnyk, dan tampa memiliki peralatan un pameran (sketsel, pedestal) yang memadi-

Untuk melakukan pameran dengan karya seluruh siswa jelas merepotkan, kalau tidak mau di katakan tidak mungkin. dalam pelaksanaan pameran anda tetap menerapkan penyeleksian terhadap karya-karya siswa yang anda anggap paling representatif. selanjutnya kalau di sekolah tidak memiliki semacam papan tempat memajang karya ( sketsel ) bisa diganti dengan cara menggantungkannya pada benang, caranya ambil benang yang agak besar ( seperti benang karbol ) lalu anda bentangkan seperti kalau akan membuat tali jemuran. Mengenai tata letaknya bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah. Berikutnya karya yang hendak dipamerkan sebaiknya tidak dibingkai dengan bahan kayu melainkan pakai kertas karton yang dilobang tengahnya, seperti halnya cara membingkai karya fotografi. Berikutnya kapan pameran tersebut diselenggarakan ? kalau menurut saya sebaiknya pada saat ada acara pentas seni di sekolah umumnya dilakukan setelah kenaikan kelas.

 

tolong kirimkan program pembelajaran seni rupa untuk anak-anak ...

 

tolong saya lagi pusing bikin TA tentang penggunaan metoda demonstrasi pada pembuatan maket dengan menggunakan teknik konstruksi pada pembelajaran  seni budaya keterampilan,tolong berikan saya bahan2 yng relevan

cara membuat seni rupa dari bahan kulit

thankz 4 infona yach !

thankz very muuch !!!!!

ok sama-sama

thx

pembahasan anda mengenai sunggu spesifik..

hanya saja setelah saya baca.. kenapa anda tidak memuat fungsi seni? bagaimana kalau anda membahas mengenai fungsi seni juga?

ayakeun atuh fungsi jeung tujuan seni rupa.

urang keur butuh jang PR sakola poe senen isuk!!!!!

minta cabang-cabang seni rupa,pengertian seni rupa,sifat-sifat dasar seni rupa,unsur seni rupa,fungsi dan tujuan seni rupa,seni rupa di indonesia

pak ingat saya pa gak'saya anak siswa spendaba yang minta imel bapak.pak saya boleh les bhs.inggris di rumh bapak gak/

wadu,,, sebenarnya dah bagpes se.... pi, kurang meluas tuh! coba lebih lengkap, pasty p R q dag ciap

ehm boleh g misalnya d ksh gambar...

apa motif seni lukis???

 

W setuju!!!! Sertain donk fungsi n makna seni rupa terapan

 

SERTAIN DUNK KOMPOSISINYA!

DON'T FORGET!!!!!!!

MANA GAMBARNYA !!!....

Cabang Seni Rupa : Seni Murni, Seni Terap, dan Desain

Seni Murni menyangkut, Seni Lukis,Seni Patung, dan Seni Grafis

Seni Terap menyangkut: Seni Kriya ( Kriya kayu, kriya Logam, Keramik, Kulit, Batik (Tekstil)

Desain menyangkut : Desain Komunikasi Visual ( Desain Grafis ) dan DesainInterior

Tentang unsur-unsur dan prinsip seni rupa bisa di baca pada tulisan saya di blok ini

Maaf untuk pengunjung semuanya, memang kebanyakan artikel yang saya tulis di blok ini tidak saya sertakan dengan gambar, lain kali dah...akan ditamabah gambar.

Makasih atas kritik dan sarannya...bravo...{#apploud.gif}

http://www.kamsled.com it is a high-tech corporation specializing in high power LED lighting. Our products mainly include: led panel light,led tube,led light,led strip,led panel,led bulb light,led downlights,led strip light,led bulb,led bulbs,led lights

Post A Comment

This user has disabled anonymous commenting.